Kementan Ajak Petani Purworejo Manfaatkan Asuransi

oleh -148 views

PURWOREJO – Sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Purworejo dipastikan gagal panen. Penyebabnya adalah tanaman padi terendam air lebih dari tiga hari. Kementerian Pertanian mengimbau petani memanfaatkan asuransi untuk menjaga lahan pertanian agar terhindar dari kerugian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani harus menjaga lahannya agar produksi tidak terganggu dan terhindar dari kerugian.

“Tingginya curah hujan bisa menjadi gangguan serius buat pertanian. Dan salah satu yang bisa membuat petani menjadi gagal panen. Untuk itu, kepada para petani ayo kita jaga lahan kita. Manfaatkan asuransi yang ada,” kata Mentan SYL, Senin (21/12/2020).

Pernyataan serupa disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy.

“Asuransi adalah salah satu bentu perlindungan dari mitigasi bencana. Khususnya yang menyebabkan gagal panen. Jadi, sangat tepat rasanya jika petani memanfaatkan asuransi untuk menjaga lahannya,” terangnya.

Dijelaskan Sarwo Edhy, petani Purworejo bisa memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi.

“Yang pasti premi yang harus dibayarkan petani tidak besar. Namun, manfaat yang akan mereka dapat sungguh banyak. Petani bukan hanya terhindar dari kerugian akibat gagal panen, tetapi juga bisa kembali siap untuk menanam lagi lewat asuransi,” terangnya.

Genangan di Purworejo dilaporkan terjadi di 17 desa Kecamatan Butuh, sembilan desa di Pituruh, tiga di Grabag, tiga wilayah Purwodadi, dua di Banyuurip, dua Kemiri, dan satu desa di Kecamatan Ngombol.

“Komoditas yang terendam ada padi dan jagung,” kata Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo Eko Anang.

Sawah budidaya padi yang tergenang seluas 604 hektare, sedangkan jagung sepuluh hektare. Usia tanaman yang kebanjiran mulai bibit dalam persemaian, baru seminggu ditanam, dan masa penebaran pupuk.

No More Posts Available.

No more pages to load.