Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran, sangat perduli dengan masyarakatnya di berbagai peluang. Buktinya, pria yang biasa disapa Bang Azran itu menyampaikan dukungan penuh terhadap Program 1.000 Pramudi Berdaya yang diinisiasi oleh BAZNAS (Bazis) DKI Jakarta bekerja sama dengan Transjakarta.
Menurut Achmad Azran, program ini merupakan langkah nyata dalam membuka akses kerja yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta, khususnya bagi perempuan dan laki-laki yang memiliki minat serta kemampuan di bidang mengemudi namun terkendala biaya pelatihan.
“Program 1.000 Pramudi Berdaya ini sangat strategis karena tidak hanya memberikan pelatihan secara gratis, tetapi juga membuka peluang kerja yang jelas dan bermartabat. Ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan kesempatan,” ujar Achmad Azran.
Dia menilai kolaborasi antara BAZNAS (Bazis) DKI Jakarta dan Transjakarta patut diapresiasi karena menghadirkan solusi atas kebutuhan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini juga sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Ibu Kota. Bang Azran mengajak masyarakat DKI Jakarta yang memenuhi persyaratan, seperti berusia 22–45 tahun, memiliki SIM A, serta memenuhi ketentuan administrasi lainnya, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
“Saya mengajak seluruh warga Jakarta yang memenuhi syarat untuk segera mendaftar. Manfaatkan program ini sebaik mungkin karena pendaftarannya gratis dan terbuka hingga 31 Desember 2025,” tambahnya.
Sebagai wakil daerah, pria asli betawi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program pemberdayaan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat Jakarta, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, kondisi ketenagakerjaan di Ibu Kota menunjukkan bahwa hingga Agustus 2025 tercatat sekitar 330 ribu orang dari total angkatan kerja di Jakarta masih menganggur atau belum mendapatkan pekerjaan, meskipun jumlah pengangguran ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Angka tersebut mencerminkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di DKI Jakarta sebesar sekitar 6,05 persen per Agustus 2025. Data ini menunjukkan bahwa pekerjaan layak dan pelatihan keterampilan sangat dibutuhkan oleh masyarakat agar lebih banyak tenaga kerja terserap di pasar kerja lokal.





