Surakarta, 24 Juni 2026 — Implementasi kerja sama kebudayaan Indonesia–Amerika Serikat yang ditandatangani pada 2023 mulai menunjukkan hasil konkret. Salah satu langkah penting ditandai dengan kunjungan delegasi National Museum of Asian Art, Smithsonian Institution, Washington DC, ke Puro Mangkunegaran Surakarta pada 19 Juni 2026.
Delegasi Smithsonian yang dipimpin kurator Dr. Emma Stein bersama Erin Bryan yang fokus pada strategi pengembangan audiensi, Hutomo Wicaksono yang berpengalaman dalam penguatan kemitraan internasional, serta Jenifer Bosworth sebagai ahli media digital, diterima langsung oleh Gusti Sura dan para Pengageng Puro Mangkunegaran.
National Museum of Asian Art, Smithsonian Institution, dikenal memiliki koleksi penting terkait Indonesia, mulai dari arca dan relief periode Hindu-Buddha, tekstil tradisional, hingga artefak etnografi dari berbagai wilayah Nusantara. Koleksi tersebut menjadi salah satu referensi utama dalam studi seni dan sejarah Asia Tenggara di Amerika Serikat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana strategis penyelenggaraan pameran koleksi Puro Mangkunegaran di Washington DC. Salah satu fokus utama adalah koleksi era Hindu-Buddha, khususnya peninggalan Kerajaan Majapahit yang dimiliki Puro Mangkunegaran dan memiliki tingkat orisinalitas tinggi serta nilai historis yang luar biasa.
Selain pameran, peluang kolaborasi juga mencakup bidang seni pertunjukan. Dr. Emma Stein menyampaikan bahwa kesenian Mangkunegaran berpotensi tampil dalam program pertunjukan rutin Smithsonian di Washington DC yang digelar setiap Jumat. Kesempatan tersebut dinilai dapat memperluas ruang diplomasi budaya Indonesia melalui pertunjukan seni secara langsung di panggung internasional.
Kerja sama lain yang turut dijajaki meliputi dukungan teknis dalam inventarisasi, digitalisasi, serta pengelolaan koleksi fisik dan aset visual milik Puro Mangkunegaran. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat standar pengelolaan museum dan pelestarian warisan budaya sesuai praktik terbaik internasional.
Delegasi Smithsonian juga disuguhi pertunjukan tari khas Mangkunegaran yang semakin memperkuat apresiasi terhadap kekayaan budaya Jawa dan potensinya untuk diperkenalkan kepada publik global.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menyambut positif perkembangan tersebut sebagai bagian dari penguatan hubungan kedua negara melalui jalur kebudayaan.
“Kerja sama antara Puro Mangkunegaran dan Smithsonian menunjukkan bahwa diplomasi budaya mampu membangun jembatan yang kuat antarmasyarakat kedua negara. Pengenalan koleksi era Majapahit dan seni pertunjukan Mangkunegaran di Washington DC akan memperluas pemahaman publik Amerika Serikat terhadap kekayaan sejarah dan budaya Indonesia, sekaligus mempererat hubungan people-to-people contact yang menjadi fondasi penting kemitraan Indonesia–Amerika Serikat,” ujar Indroyono Soesilo.
Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam implementasi kerja sama kebudayaan Indonesia–Amerika Serikat dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang museum, pelestarian warisan budaya, serta pertukaran seni dan budaya di masa mendatang.(*)





