Kurangi Ketergantungan Pupuk Subsidi, Kementan Ajak Petani Membuat Pupuk

oleh -165 views

SULAWESI SELATAN – Kementerian Pertanian mengupayakan agar inovasi selalu dilakukan untuk memperkuat pembangunan pertanian. Kementan juga mengajak petani untuk mempelajari cara membuat pupuk untuk memenuhi kebutuhan tanaman.

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, ada banyak keuntungan jika petani bisa membuat pupuk sendiri.

“Petani tidak akan tergantung pada pupuk subsidi. Artinya, aktivitas pertanian pun tidak akan terganggu. Hal ini penting karena turut mempengaruhi pendapatan petani. Tanaman yang baik dan produksi tinggi bisa membuat pendapatan petani ikut meningkat,” kata Mentan SYL.

Pernyataan senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Inovasi akan sangat membantu petani untuk meningkatakan produktivitas. Artinya, pendapatan pun isa ditambah. dan ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Dedi Nursyamsi.

Mendukung upaya tersebut, Kementan memaksimalkan sejumlah program yang ada, seperti IPDMIP.

Salah satunya, melalui sekolah lapang di Daerah Irigasi Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Dalam kegiatan ini, petani diberikan materi pembuatan pupuk cair dan penganti urea.

Materi ini tersebut dipraktikkan langsung oleh peserta sekolah lapang di Daerah Irigasi Takkakasi, tepatnya dilaksanakan oleh Koordinator BPP Maritengngae, PPL pendamping dan POPT.

Kadis Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan berharap semua peserta sekolah lapang IPDMIP aktif melakukan inovasi pembuatan pupuk organik, pupuk hayati dan sejenis.

“Sehingga bisa membantu dalam menghadapi ada pengurangan kuota pupuk kimia. Kalau petani sudah bisa membuat pupuk organik atau pestisida nabati berarti biaya operasinal dalam mengelolah usahataninya bisa berkurang dan pendapat petani diharapkan meningkat,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.