Mojokerto Digelontori Kementan Tambahan Pupuk Bersubsidi 8.993 Ton

oleh -20 views

MOJOKERTO – Untuk mengatasi keterbatasan pupuk di kalangan petani di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur sejak tiga bulan lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menambah pupuk bersubsidi sebanyak 8.993 ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pemerintah telah mengatur alokasi pupuk sesuai Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Dalam penyalurannya pun tetap akan berbasis e-RDKK yang sudah ditentukan alokasinya.

“Kalau ada kelangkaan pemerintah siap intervensi. Kesediaan pupuk dipastikan ada, apalagi ini masuk masa tanam. Stok pupuk diperkirakan aman hingga akhir tahun,” kata Mentan SYL, Senin (19/10).

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengungkapkan, pupuk bersubsidi dialokasikan untuk petani yang berhak. Kriteria petani yang berhak mendapat pupuk bersubsidi meliputi, tergabung dalam Kelompok Tani, terdaftar dalam e-RDKK dan memiliki luas lahan kurang dari 2 ha.

“Kami mengingatkan alokasi pupuk bersubsidi harus diawasi agar tepat sasaran, dan kuota pupuk hanya bagi kelompok tani sesuai e-RDKK. Bagi yang tidak sesuai kriteria, silakan menggunakan pupuk non subsidi,” ujar Sarwo Edhy.

Selain itu, lanjut Sarwo Edhy, Kementan juga terus mengupayakan agar anggaran untuk alokasi pupuk subsidi bisa ditambah. Dan usulan Kementan ini telah disetujui Kementerian Keuangan yang akan menambah kekurangan alokasi pupuk subsidi sekitar 1 juta ton, atau senilai Rp 3,14 triliun.

“Alhamdulillah disetujui. Penyelesaian seluruh dokumen anggaran sedang dilakukan percepatan untuk percepatan penambahan alokasi pupuk subsidi,” ungkap Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, realisasi tambahan alokasi pupuk subsidi itu menyusul Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK) yang disetujui untuk menutup kekurangan pupuk bersubsidi sebesar 9.000 ton.

“Pasokan pupuk ini dapat mencukupi kekurangan pupuk subsidi di kalangan petani yang sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Kebutuhan pupuk subsidi kita mencapai 2.000 per bulan sehingga pasokan pupuk yang kita peroleh kini dapat mengatasi kebutuhan dan dipastikan mencukupi sampai tiga bulan ke depan,” ungkapnya.

Teguh menambahkan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto tentang Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi, nantinya pupuk bersubsidi tersebut akan dipasok oleh distributor Petrokimia Gresik ke seluruh kios-kios sesuai e-RDKK di masing-masing wilayah Kecamatan.

“Dalam pekan ini akan mulai didistribusikan ke masing-masing kios di Kecamatan sesuai kebutuhan e-RDKK,” jelasnya.

Tambahan alokasi pupuk subsidi yang diterima Mojokerto sebanyak 8.993 ton, rinciannya 5.071 ton pupuk jenis urea, 358 ton SP-36, 3.328 ton ZA, dan 236 ton pupuk organik sedangkan NPK Ponska.

“Pasokan pupuk bersubsidi kita sebelumnya hanya 31 persen dari kebutuhan petani yang mencapai 28 ribu ton, dengan tambahan alokasi ini kita pastikan aman sampai akhir tahun. Selain itu, dengan adanya tambahan alokasi pupuk subsidi ini sehingga sudah terserap penuh. Kika ada kekurangan pupuk subsidi maka kami akan segera mengajukan lagi,” pungkasnya.(*)