JAKARTA— Majelis Pertimbangan Organisasi Pusat (MPOP) FORKABI menyampaikan penjelasan resmi terkait pelaksanaan Musyawarah Besar (MUBES) VI FORKABI yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2026 yang lalu.
Pelaksanaan MUBES VI FORKABI merupakan bagian dari upaya penyelamatan organisasi serta menjaga keberlangsungan roda organisasi sesuai mekanisme dan semangat AD/ART FORKABI.
Adapun kronologis pelaksanaan MUBES VI FORKABI sebagai berikut: Masa bakti kepemimpinan H. Abd. Ghoni secara de facto telah berakhir pada tanggal 21 Februari 2026 dan secara de jure berakhir pada tanggal 6 Mei 2026.
MPOP FORKABI telah melakukan korespondensi dan memberikan peringatan kepada Badan Pengurus Harian (BPH) serta H. Abd. Ghoni agar segera melaksanakan MUBES VI FORKABI dan mengembalikan status serta kedudukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang dibekukan. Pembekuan dan penunjukan karateker terhadap sejumlah DPD dinilai dilakukan setelah status kepemimpinan H. Abd. Ghoni berada dalam posisi demisioner. Namun demikian, surat dan peringatan dari MPOP tersebut tidak mendapatkan tindak lanjut.
Menyikapi kondisi tersebut, MPOP kemudian mengundang jajaran BPH demisioner serta DPD FORKABI untuk melakukan pembahasan bersama atas peringatan yang telah diabaikan. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan pembentukan Karateker yang diketuai oleh Sdr. Tahyudin Aditya.
Karateker selanjutnya menyelenggarakan MUBES VI FORKABI pada tanggal 23 Mei 2026 yang salah satu keputusannya menetapkan Sdr. H. Achmad Azran, SE. sebagai Ketua Umum FORKABI masa bakti 2026–2031.
Ketua MPOP FORKABI, Iwan Shalih, menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bentuk tanggung jawab moral dan organisatoris demi menjaga marwah serta kesinambungan organisasi.
“Kami mengedepankan penyelamatan organisasi dan persatuan keluarga besar FORKABI. Seluruh proses yang dilakukan bertujuan agar organisasi tetap berjalan sesuai mekanisme dan semangat kebersamaan,” ujar Iwan Shalih.
MPOP FORKABI juga mengajak seluruh kader dan anggota FORKABI di seluruh wilayah untuk tetap menjaga kondusivitas, mengedepankan persaudaraan, serta bersama-sama membangun FORKABI yang lebih solid dan bermartabat.(*)





