Pelajar SMK 34 Jakarta Meninggal, Bang Azran: Keselamatan Jalan Adalah Soal SOP, Bukan Sekadar Tambal Sulam

oleh -3 views
oleh

‎JAKARTA-Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran yang akrab disapa Bang Azran, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Aldi Suryaputra, pelajar SMK 34 Jakarta, akibat kecelakaan tunggal di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, yang diduga dipicu kondisi jalan berlubang, Senin, 9 Februari 2026, kemarin.

‎Menurut Bang Azran, peristiwa ini tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa, melainkan peringatan serius tentang pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan di ibu kota.

‎“Jakarta memiliki SOP pembangunan dan perawatan jalan yang jelas—mulai dari perencanaan teknis, pengawasan lapangan, hingga kewajiban pengamanan lokasi pekerjaan. Jika ada lubang di jalan aktif tanpa rambu, tanpa penutup sementara, dan tanpa pengamanan, itu artinya ada tahapan SOP yang terlewat,” tegas Bang Azran.

‎Bang Azran menjelaskan bahwa pembangunan dan pemeliharaan jalan di Jakarta seharusnya berbasis manajemen risiko, terutama di ruas jalan padat dan jalur sekolah.

‎“Dalam SOP Bina Marga, setiap kerusakan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna wajib segera diamankan, meskipun perbaikan permanen belum dilakukan. Pengamanan itu meliputi penutupan lubang, rambu peringatan, lampu malam hari, hingga pengalihan lalu lintas jika diperlukan,” ujarnya.

‎Pria asli Betawi itu menilai langkah cepat Pemprov DKI Jakarta menutup jalan berlubang pascakejadian sudah tepat, namun harus dibarengi dengan evaluasi menyeluruh sistem pengawasan dan respons dini.

‎Pria yang juga anggota Komite I DPD RI itu juga mendorong agar ada evaluasi terbuka atas waktu respons sejak kerusakan jalan pertama kali terdeteksi, sistem pelaporan kerusakan jalan, termasuk aduan warga

‎Pengawasan kontraktor dan unit teknis di lapangan.

‎“Kita tidak boleh menunggu viral atau jatuh korban baru bergerak. Infrastruktur jalan adalah urat nadi kota dan menyangkut nyawa warga,” katanya.

Fokus pada Keselamatan Warga

‎Bang Azran mengapresiasi keputusan Pemprov DKI yang menanggung biaya rumah sakit dan pemakaman korban. Namun ia menegaskan bahwa keadilan sejati bagi korban adalah mencegah kejadian serupa terulang.

‎“Keselamatan pengguna jalan terutama pelajar dan pekerja harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan kota, bukan hanya panjang jalan yang dibangun atau anggaran yang terserap,” tutup Bang Azran.

No More Posts Available.

No more pages to load.