Pelatihan Rantai Nilai IPDMIP Diberikan di Sulawesi Tengah

oleh -77 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

KAHYANGAN.NET//SULAWESI TENGAH – Manfaat dari rantai nilai disampaikan Pelatihan Dasar Fasilitasi Rantai Nilai IPDMIP di Sulawesi Tengah, 22-25 September 2020, di Aula Dinas TPH Sulawesi Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan Provincial Program Implementation Unit (PPIU) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, diikuti peserta dari 3 Kabupaten, yaitu Banggai 12 orang, Poso 8 orang dan Toli-Toli 10 orang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pelatihan rantai nilai akan membuka wawasan para petani dan penyuluh.

“Pelatihan rantai nilai bisa memberikan pemahaman kepada para petani dan juga penyuluh jika pertanian itu sangat menjanjikan jika dikelola dengan benar. Oleh sebab itu, kita berharap ilmu yang didapat dari pelatihan ini bisa diserap dengan baik,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pelatihan rantai nilai akan melengkapi pengetahuan SDM pertanian.

“Untuk meningkatkan produksi pertanian, kemampuan, pengetahuan, dan, kapasitas SDM pertanian harus ditingkatkan. Karena pembangunan pertanian harus diawali dari pembangunan SDM, yaitu petani, penyuluh, petani milenial, poktan, dan gapoktan,” katanya.

Pada pelatihan ini pemateri berasal dari NPIU, PPIU, Konsultan, BPTP dan Widyaiswara. Kegiatan pelatihan berlangsung menggunakan metode ceramah, diskusi, penugasan dan praktek lapangan.

Menurut salah seorang narasumber, Wijayanti, tujuan dari pelatihan dasar fasilitasi rantai nilai adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan tim rantai nilai tingkat kabupaten.

“Agar, mereka mampu membuat peta rantai nilai untuk komoditas padi dan komoditas tanaman lain bernilai ekonomi tinggi di daerah irigasi. Oleh karenanya materi yang diberikan kepada peserta adalah kebijakan Program IPDMIP dalam pengembangan rantai nilai Konsep value chain dalam meningkatkan pendapatan petani, Pemetaan awal value chain, Validasi hasil rantai nilai, Penyusunan proposal pengembangan rantai nilai, dan fasilitasi pengembangan rantai nilai,” tuturnya.

Pada sesi materi pengembangan fasilitasi rantai nilai, Tri Wibowo sebagai salah satu peserta menyampaikan bahwa fasilitasi rantai nilai bisa dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta.

Peserta lainnya, Harianto menyampaikan bahwa perempuan juga bisa berperan dalam proses rantai nilai komoditi padi dan komoditi lainnya di wilayah irigasi. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa dengan melibatkan perempuan maka akan berdampak pada perbaikan ekonomi keluarga dan perbaikan gizi keluarga.

Salah seorang peserta perempuan, Eri, mencontohkan dengan adanya rantai nilai (pengadaan dreyer) maka kualitas pengeringan gabah semakin bagus sehingga kualitas beras dan gizinya bisa juga menjadi lebih tinggi.

Peserta menyampaikan bahwa dari kegiatan ini akan diaplikasikan dilapangan untuk meningkatkan nilai dari komoditi yang ada daerah irigasi dengan melakukan terlebih dahulu identifikasi serta pemetaan rantai nilai. Yang selanjutnya akan dikomunikasikan dengan membuat proposal ke pihak terkait dalam hal fasilitasi kegiatan yang akan dilaksanakan oleh pelaku (aktor) rantai nilai yang ada.(NS/EZ)