Petani Manggarai Timur Tukar Ilmu untuk Tingkatkan Produksi

oleh -41 views

NUSA TENGGARA TIMUR – Kegiatan Sekolah Lapang proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) berdampak positif buat petani di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Melalui Sekolah Lapang, petani dapat bertukar ilmu untuk meningkatkan produktivitas.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang diharapkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Menurut SYL, salah satu tujuan kegiatan IPDMIP adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Peningkatan ketahanan pangan sangat penting dalam kondisi seperti ini. Dan melalui kegiatan IPDMIP, kita ingin ketahanan pangan semakin meningkat, sehingga Indonesia bisa mandiri pangan. Selain itu pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia bisa turut meningkat,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, menambahkan, IPDMIP juga berupaya untuk meningkatkan nilai pertanian beririgasi secara berkelanjutan.

“Salah satu aspek terpenting dalam pertanian adalah ketersediaan air. Lewat IPDMIP, produktivitas dan nilai pertanian akan ditingkatkan dengan cara irigasi berkelanjutan. Agar tidak ada kendala teknis di lapangan, kita berharap Konsultan On Granting bisa sering ke lapangan,” tutur Dedi Nursyamsi.

Sedangkan Penyuluh Pertanian WKPP Kecamatan Rana Mese, Domingus Malung, menyampaikan bahwa kegiatan SL IPDMIP tahun 2021 dilaksanakan di Poktan Gratia Desa Sita Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, kegiatan yang dilangsungkan 5 Februari 2021 merupakan pertemuan yang ketiga.

Domingus juga menyampaikan jika kegiatan SL pada pertemuan pertama diawali dengan rembug awal.

“Tujuannya untuk membuat kesepakatan kegiatan SL IPDMIP baik materi maupun jadwalnya,” katanya.

Adapun Peserta SL meliputi penyuluh pertanian di WKPP,  staf pendamping SL IPDMIP, pemandu, bidang penyuluhan ( KJF), aparat Desa Sita serta tokoh  masyarakat dan tokoh adat di wilayah/lokasi kegiatan.

Materi pada SL IPDMIP yang sudah dilaksanakan 3 kali meliputi manfaat penggunaan benih unggul bermutu dan bersertifikat terhadap peningkatan produksi dan produktifitas tanaman padi sawah. Kemudian persemaian benih padi, yang meliputi tahapan sortasi benih, perendaman benih dan pemeraman benih padi.

“Materi lainnya adalah 3 pengolahan tanah sempurna seperti bajak/luku untuk membalikan tanah dan membenam jerami/gulma yang ada di petakan,” terangnya.

Lebih lanjut Domingus sampaikan, sampai pertemuan ketiga ini peserta terlihat sangat antusias  karena materi yang disampaikan oleh pemandu menggunakan metode pendidikan orang dewasa (POD) teorinya 25 % sedangkan prakteknya 75 %.

“Peserta saling sharing pengalaman antara peserta tentang budidaya tanaman padi sawah,” jelasnya.

Menurutnya, para peserta ada keingginan segera untuk menerapkan dilahannya sendiri, karena yakin kalau meniru apa yg telah dijalani dalam kegiatan SL dapat meningkatan produksi dan produktivitas tanaman padi sawahnya.

Sementara Kepala bidang Penyuluhan Manggarai Timur Yohanes S. Manubelu, atau Ade sangat antusias karena program dan kegiatan pembangunan pertanian dapat bersinergi antara satu dengan lainnya.

“Salah satu bentuk sinergitas yang sudah terbangun adalah  penyediaan benih unggul varietas Ciherang dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Penyuluh pertanian pusat, Yulia TS, yang mempunyai wilayah binaan di Provinsi Nusa Tenggara Timur sekaligus PIC kegiatan IPDMIP regional 7 menyampaikan, ilmu yang diperoleh dari SL diterapkan memang akan berdampak pada peningkatan produksi.

“Maka kita ingatkan terus para alumni SL agar menerapkan ilmu yang didapat di lahan masing-masing,” katanya. (YTS/EZ)