Petani Mukomuko yang Ikut Asuransi Diimbau Segera Urus Klaim

oleh -113 views

MUKOMUKO – Sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, hampir dipastikan gagal panen lantaran tertimbun longsor. Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) mengimbau petani yang sudah mengikuti asuransi untuk mengurus klaim.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bencana alam seperti yang terjadi di Mukomuko tidak bisa diprediksi.

“Ada kondisi-kondisi yang tidak bisa diprediksi yang bisa mengganggu pertanian. Salah satunya bencana alam seperti banjir atau longsor. Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan asuransi. Karena asuransi memberikan kepastian pembayaran jika gagal panen,” katanya, Minggu (20/12/2020).

Hal serupa disampaikan Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy.

“Asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana. Dengan mengasuransikan lahan, petani akan terhindari dari kerugian. Karena asuransi memiliki klaim yang akan diberikan kepada petani jika terjadi gagal panen,” katanya.

Sarwo Edhy menjelaskan, asuransi bukti keseriusan pemerintah untuk mendukung pertanian.

“Oleh karena itu, pemerintah memberikan subsidi. Sehingga, premi yang harus dibayarkan petani menjadi sangat ringan. Sedangkan klaim yang mereka dapat tetap sama, yaitu Rp 6 juta per hektare,” jelasnya.

Ditambahkan Sarwo Edhy, petani yang ingin mengikuti asuransi disarankan bergabung dalam kelompok tani.

“Karena dengan bergabung dalam kelompok tani proses pendaftaran semakin mudah dan cepat. Karena petani bisa dibantu,” ujarnya.

Tanah longsor di Mukomuko terjadi akibat tingginya curah hujan. Bukit yang berada di pinggir Sungai Selagan di wilayah Desa Lubuk Bangko, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu longsor.

Material longsor yang terdiri dari batu, napal, tanah dan kayu menimbun tanaman padi di sawah milik warga setempat, dan dapat dipastikan gagal panen.

No More Posts Available.

No more pages to load.