Realisasi Serapan KUR Rp 17 Triliun, Jatim Masih Tertinggi

oleh -74 views

JAKARTA – Kementerian Pertanian mengklaim serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 17 triliun. Serapan KUR yang dikhususkan untuk sektor pertanian ini terjadi hingga 14 Mei 2020. Serapan KUR tertinggi terjadi di Jawa Timur (Jatim) yang mencapai Rp 4,1 triliun.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kementan diamanahkan untuk menyalurkan dana KUR sebesar Rp 50 triliun pada 2020. Dana ini untuk petani dalam mengembangkan budidaya komoditas pertanian, tanaman hortikultura, maupun perkebunan.

“Petani wilayah Jawa Timur yang paling antusias memanfaatkan fasilitas KUR ini. Dana KUR itu juga agar petani terhindar dari jeratan utang rentenir,” kata Mentan SYL, Senin (18/5).

Dari total Rp 17 triliun ini, tersalurkan untuk berbagai sektor. Di antaranya tanaman pangan Rp 5,2 triliun, perkebunan Rp 5 triliun, hortikultura Rp 2,1 triliun, peternakan Rp 3,2 triliun, jasa pertanian Rp 275 miliar, dan kombinasi pertanian Rp 941 miliar.

“Penyerapan KUR pertanian masih didominasi sektor hulu. Kedepan kami akan mendorong juga pemanfaatan KUR di sektor hilir. Seperti untuk pembelian alat pertanian,” ungkapnya

Sektor hulu, selama ini dianggap lebih mudah diakses karena tidak memerlukan agunan. Padahal KUR dengan plafon besar pun sebenarnya akan mudah diakses jika digunakan untuk pembelian alat.

“Plafon Rp 500 juta ke atas pun bisa diakses, dengan agunan, dapat berupa alat pertanian yang dibeli atau syarat lain yang ditetapkan,” kata Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan, realisasi serapan KUR ini tersebar di sejumlah Provinsi. Tertinggi serapannya adalah Jawa Timur sebesar Rp 4,1 triliun. Disusul Jawa tengah sebesar Rp 2,9 triliun, Sulawesi Selatan sebesar Rp 1,3 triliun, Lampung sebesar Rp 937 miliar, dan Riau sebesar Rp 909 miliar.

Meski begitu, Sarwo Edhy mengingatkan, KUR bukanlah bantuan atau subsidi pemerintah. Oleh karena itu, nasabah KUR pertanian harus tetap membayar pinjamannya.

“Namun dengan demikian, petani yang memanfaatkan KUR akan lebih merasa memiliki dan lebih serius dalam mengembangkan usaha taninya,” tambah Sarwo Edhy.

Berkaitan dengan penyaluran KUR itu, Bank BNI, BRI dan Bank Mandiri menjadi penyalur di semua daerah di Indonesia. Bank BRI menyalurkan KUR sebesar Rp 12,4 triliun, Bank BNI sebesar Rp 1,7 triliun, dan Bank Mandiri sebesar Rp 1,6 triliun. Sementara Bank lainnya (plus bank daerah) sebesar Rp 1,1 triliun.

“Syarat mendapat KUR pertanian cukup mudah. Petani hanya diharuskan memiliki lahan garapan produktif, rancangan pembiayaan anggaran, dan sejumlah syarat untuk kepentingan BI Checking di Bank. Penyaluran KUR bekerja sama dengan bank milik BUMN, bunganya hanya 6 persen,” tutupnya.(*)