JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jakarta, Achmad Azran, Senin (30/6/2025) pagi, mengunjungi para warga yang menjadi korban kebakaran hebat di di Jalan Kembang XI, RT 06 RW 02, Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Bang Azran, sapaan akrab Achmad Azran, mengaku sangat prihatin dengan kejadian tersebut.
“Saya turut prihatin atas kejadian ini. Apalagi dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa, membuat puluhan warga kehilangan tempat tinggal,” katanya.
Sebagai putra asli Betawi, Bang Azran juga mengetuk hati masyarakat Jakarta untuk membantu mengurangi beban para warga terdampak.

“Inilah saatnya kita sesama warga Jakarta memperlihatkan kepedulian terhadap sesama. Saudara-saudara kita di Kwitang ini membutuhkan bantuan. Ayo sama-sama kita ringankan beban mereka,” ajaknya.
Senator Jakarta yang menyapa para korban, mengimbau warga lainnya untuk lebih berhati-hati.
“Kalau dugaan kan karena korsleting. Makanya saya mengimbau warga lainnya untuk lebih berhati-hati dalam pemakaian listrik. Bagaimana pun mencegah itu lebih baik. Mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Bang Azran juga memberikan apresiasi kepada petugas yang sudah berusaha sekuat tenaga memadamkan api. Tapi memang tidak mudah. Karena aksesnya sempit apalagi ada parkir liar juga. Tapi tetap upaya petugas harus diapresiasi,” katanya.

Sebagai Senator, Bang Azran mengingatkan pentingnya mitigasi bencana, termasuk untuk menghadapi kebakaran.
“Pemerintah daerah saya rasa juga harus memikirkan masalah mitigasi untuk kebakaran. Karena Jakarta memiliki banyak pemukiman padat. Harus ada solusi agar bencana serupa tidak terulang, paling tidak bisa diminimalisir dampaknya,” tuturnya.
Kebakaran besar di Kwitang memang menimpa permukiman padat. Akibatnya, api demgan cepat menghanguskan lebih dari 30 rumah warga. Sebanyak 177 jiwa dan 58 KK terdampak peristiwa ini. Kebakaran terjadi di area seluas lebih dari 360 meter persegi.
Sebagian warga yang terdampak sudah diungsikan ke posko yang didirikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun, ada juga yang mengungsi ke masjid dan rumah warga lainnya.(*)







