Tangsel Dukung 100% Perpanjangan Durasi Aktivasi PPKM

oleh -38 views

JAKARTA – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendukung penuh perpanjangan durasi aktivasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Merespon positif keputusan pemerintah pusat, Kota Tangsel pun ikut menambah durasi aktivasi PPKM. Untuk mengoptimalkan hasil PPKM, Kota Tangsel menunaikan kuantitas infrastruktur pendukungnya.

“Kebijakan PPKM sangatlah penting. Kota Tangsel tetap membutuhkan kebijakan seperti ini untuk menurunkan angka sebaran Covid-19 secara signifikan. Oleh karenanya, perpanjangan PPKM harus didukung penuh,” ungkap Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Digelar sejak Senin (11/1), PPKM seharusnya berakhir pada Senin (25/1). Hanya saja, demi mengoptimalkan pemutusan sebaran Covid-19, PPKM pun diperpanjang hingga Senin (8/2). Pemerintah sebelumnya memberikan update situasi Covid-19 di tanah air. Hingga Rabu (20/1), tingkat kasus positif Covid-19 terakumulasi 939.948 Jiwa. Untuk tingkat kesembuhannya mencapai 81,2% dengan tingkat kematian 2,9%. Adapun positivity rate-nya mencapai 16,6%.

Seperti diketahui, kebijakan PPKM sudah diberlakukan pada 7 provinsi di Jawa dan Bali. Total implementasinya menyasar 77 kabupaten/kota. Setelah dievaluasi, tercatat ada 29 kabupaten/kota dengan risiko tinggi. Untuk kabupaten/kota dengan risiko sedang ada 41, lalu 3 wilayah lainnya dinyatakan berisiko rendah. Airin menambahkan, Tangsel menjalankan PPKM seperti regulasi dari pemerintah pusat.

“Kami jalankan PPKM seperti ketentuan dari pusat. Untuk perubahan-perubahan ketentuan dalam PPKM perpanjangan ini tentunya didasarkan atas situasi dan kondisi yang ada. Kami akan jalankan semuanya. Tangsel ikut arahan perintah pusat,” lanjut Airin.

Untuk mengoptimalkan target perpanjangan durasi PPKM, Kota Tangsel pun sudah menyiapkan beberapa skenario. Kebijakan strategis tersebut diantaranya, menyiapkan Rumah Sakit Pakulonan sebagai rujukan khusus pasien Covid-19. Posisi rumah sakit tersebut saat ini sudah selesai dibangun dan siap beroperasi secara teknis.

Kota Tangsel juga menambah volume Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Penambahan kapasitas dilakukan atas bed isolasi dan empat Intensive Care Unit (ICU). Serupa itu, penambahan kapasitas juga diberikan kepada Rumah Lawan Covid-19 di Ciater dan Serpong. Penambahan kapasitasnya sekitar 150 tempat tidur.

“Kami sudah menyiapkan banyak langkah. Untuk hilir dimulai dengan penambahan kapasitas rumah sakit bagi pasien Covid-19. Untuk sektor hulu dilakukan melalui monitoring, pengawasan, dan penindakan lebih intensif. Sebagai gambaran, tim monitoring terdiri dari aparat pemerintah kota dan unsur Forkopimda. Semuanya terjun langsung,” tegas Airin lagi.

Langkah riil memang diberikan Kota Tangsel dalam penanganan Covid-19 di sektor hulu. Sebut saja dengan optimalisasi upaya test Covid-19 pada awal Februari 2021. Apalagi, Kota Tangsel kini memiliki bantuan Mobile BSL (Laboratory Biosafty Level-2) dari Kementerian Riset dan Teknologi. Mobile BSL merupakan unit khusus dengan kelengkapan untuk melakukan test Covid-19. Mobil ini memiliki kapasitas hingga 600 test per hari dan hasilnya diketahui dalam 8 jam.(***)