TASIKMALAYA – Para petani di Desa Sukamantri, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, sukses melakukan panen raya di Musim Tanam I tahun 2021, dengan luas panen 346 ha dan rata rata produksi 6.8 ton/ha. Kementerian Pertanian mengapresiasi hal ini dan berharap ketahanan pangan bisa dijaga.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan penyediaan pangan dalam pandemi Covid-19 sangat penting.
“Di masa pandemi Covid-19, kita membutuhkan pangan untuk membantu pembentukan imun tubuh. Oleh karena itu, produksi pertanian tidak boleh berhenti,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan hal yang sama.
“Dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh berhenti, pertanian tidak boleh bermasalah. Karena, pertanian harus terus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Oleh karena itu, Dedi Nursyamsi juga meminta kepada penyuluh untuk terus turun ke lapangan mendampingi petani.
“Penyuluh harus turun ke lapangan, mendampingi petani dan memastikan produksi pertanian berjalan dengan baik,” katanya.
Di Tasikmalaya lokasi IPDMIP Panen Padi MT I dilakukan Kelompok Tani Mekar Jaya pada lahan seluas 10 Ha. Hasil ubinan yang didapat 5,6 Kg, atau 89,6 kw/ha gkp, atau 77,07 kg/ha gkg. Varietas padi yang ditanam adalah Inpari 32 dengan penerapan tanam jajar legowo 4:1.
Dengan penerapan tanam jajar legowo ini, terjadi kenaikan yang signifikan. Karena sebelumnya, hasil ubinan yang didapat dari produksi awal hanya 4,5 kg.(YTS/EZ)





