Kementan Monitor dan Evaluasi Kegiatan Konsultan IPDMIP

oleh -919 views

JAKARTA – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar rapat monitoring dan evaluasi proyek Integrated ParticipatoryDevelopment and Management of Irrigation Project (IPDMIP), Minggu (26/07/2020). Kementan meminta para konsultan IPDMIP bergarak cepat menjelang akhir Juli 2020.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementan memberikan perhatian serius untuk program IPDMIP. Sebab, salah satu tujuan IPDMIP adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Peningkatan ketahanan pangan sangat penting dalam kondisi saat ini. Dan melalui kegiatan IPDMIP, kita ingin ketahanan pangan semakin meningkat. Sehingga Indonesia bisa mandiri pangan. Selain itu pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia bisa turut meningkat,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, menegaskan jika IPDMIP juga berupaya untuk meningkatkan nilai pertanian beririgasi secara berkelanjutan.

“Salah satu aspek terpenting dalam pertanian adalah ketersediaan air. Lewat IPDMIP, produktivitas dan nilai pertanian akan ditingkatkan dengan cara irigasi berkelanjutan. Agar tidak ada kendala teknis di lapangan, kita berharap para konsultan IPDMIP harus segera ke lapangan untuk mengetahui bagaimana kondisi di lokasi,” tutur Dedi Nuryamsi.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan Leli Nuryati mengingatkan jika saat ini telah memasuki minggu terakhir di bulan Juli 2020. Artinya, konsultan on granting dan konsultan regional sudah hampir sebulan di lokasi.

“Oleh karena itu, kami berharap ada perkembangan signifikan dari kegiatan-kegiatan di masing-masing provinsi dan kabupaten. Yang pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa kegiatan di masing-masing provinsi dan kabupaten harus dipahami konsultan, baik konsultan on granting maupun konsultan regional,” terangnya.

Leli pun meminta masing-masing konsultan menemui dan berkoordinasi dengan NPIU dan DPIU. Selain itu, konsultan yang belum berada di lokasi, diminta untuk segera mengecek dan berada di lokasi daerah irigasi (DI).

“Konsultan harus segera ada di lokasi, karena lokasi-lokasi DI ada juga yang beriringan dengan kegiatan lainnya. Saya minta masing-masing regional melaporkan apa saja yang sudah dilakukan di wilayahnya. Tidak hanya konsultannya, tetapi juga penanggung jawabnya, baik dari regional 1 hingga regional 8,” tegas Leli.

Menurutnya, di akhir Juli nanti akan dilakukan evaluasi kembali dan semua harus berlari untuk cek lokasi DI untuk memastikan apakah di sana ada aktivitas atau tidak. Masing-masing tim pun harus mengecek dan berkoordinasi melalui vicon dalam minggu ini.

“Kita ingin megetahui sejauh mana rencana kerja yang sudah dibuat di masing-masing regional. Kami berharap masing-masing penanggung jawab mengecek apakah kegiatan tersebut sesuai. Laporkan, DPA masing-masing, TOR dan RAB untuk 2020 dan lainnya,” katanya.(EZ)

No More Posts Available.

No more pages to load.