Airlangga: PR Vaksinasi Anti Covid-19 Bagi Rakyat Akan Tuntas 2021

oleh -22 views

JAKARTA – Optimisme pemberian vaksin anti Covid-19 bagi rakyat Indonesia akan tuntas sepanjang 2021. Sebab, produk vaksinnya saat ini sudah ada di tanah air. Indonesia juga sudah memesannya dalam jumlah besar untuk 2021. Status emergency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga bisa diterbitkan pada Januari 2021. Hasil uji klinis Sinovac di Brazil juga kompetitif.

“Vaksinasi menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan tahun depan. Pandemi belum Covid-19 belum berakhir. Kami tentu optimistis Vaksinasi akan tuntas,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Vaksinasi Covid-19 menjadi kunci bagi semua. Bukan hanya menjamin kesehatan rakyat, tapi memberi impact positif besar terhadap ekonomi. Pemerintah sebelumnya sudah mendatangkan vaksin tersebut ke tanah air. Produk yang dipilih adalah Sinovac asal Tiongkok dengan jumlah 1,2 Juta dosis vaksin jadi. Pada Januari 2021, ada 1,8 Juta dosis vaksin jadi Sinovac yang akan datang. Selain itu, ada juga 15 Juta dosis vaksin berbentuk bahan baku.

Selain Sinovac, pemerintah membidik 5 brand vaksin lainnya. Ada Astra Zeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, BioNTech, hingga produk PT Bio Farma. Untuk pengadaan vaksin Covid-19 pada 2021, anggaran Rp73 Triliun sudah disiapkan. Lalu, sebanyak 74,5% atau Rp54,4 Triliun adalah limpahan anggaran dari slot 2020 yang tidak terserap. Rinciannya adalah, Rp18 Triliun berasal dari slot cadangan. Sebanyak Rp36,4 Triliun adalah dana Kesehatan yang masuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Vaksinasi tetap menjadi prioritas pemerintah. Untuk pemulihan ekonomi dan semuanya, game changer-nya tetap vaksin,” terang Airlangga lagi yang menjadi Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Tetap memberikan jaminan ketenangan di masyarakat, proses vaksinasi Covid-19 tetap dilaksanakan awal tahun 2021. Masyarakat Indonesia juga tetap menerimanya secara gratis. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Airlangga menambahkan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan detail pelaksanaan vaksinasinya sembari menunggu izin BPOM.

“Tahapan proses teknis pemberian vaksinasi tetap dilakukan. Tujuannya agar semua langsung action saat izin dari BPOM terbit. Seperti arahan presiden, pemberian vaksinasi tetap gratis. Itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya,” lanjut Airlangga.(***)