Apresiasi GKR Hemas, Bang Azran Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Mental Perempuan

oleh -19 views
oleh

SEMARANG — Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Achmad Azran menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas yang membuka dan memberikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menyingkap Beban Ganda dan Trauma: Eksplorasi Mendalam Kesehatan Mental Perempuan di Era Kontemporer” di Universitas PGRI Semarang, Minggu (7/12/2025).

Bang Azran menilai FGD ini menjadi ruang strategis untuk menggali persoalan kesehatan mental perempuan yang selama ini sering terpinggirkan di tengah beban domestik, sosial, dan profesional yang terus meningkat.

“Saya memberikan apresiasi kepada Ibu GKR Hemas yang konsisten mengawal isu perempuan di Indonesia. Melalui FGD ini, kita semakin memahami bahwa kesehatan mental perempuan merupakan fondasi penting bagi ketahanan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, GKR Hemas menekankan bahwa kesehatan mental perempuan masih belum mendapatkan ruang memadai dalam perencanaan dan implementasi kebijakan nasional, padahal persoalan ini telah berubah dari isu personal menjadi krisis struktural yang memerlukan perhatian serius negara. Ia menyebut perempuan menghadapi tekanan berlapis akibat tuntutan yang semakin kompleks di ruang publik maupun domestik, yang kerap berujung pada burnout yang tidak terlihat namun berdampak besar terhadap kualitas hidup.

GKR Hemas juga menyoroti tantangan berat yang datang dari ruang digital, mulai dari standar kecantikan tidak realistis, kultur perbandingan sosial, hingga maraknya kekerasan berbasis gender online termasuk ancaman deepfake, yang secara nyata menambah beban mental dan menggerus rasa aman perempuan.

“Karena itu, bahwa kebijakan kesehatan mental tidak boleh netral gender dan negara harus memperkuat layanan konseling yang terjangkau, sistem pencegahan kekerasan yang efektif, pengakuan atas beban kerja pengasuhan, serta peningkatan literasi digital untuk melindungi perempuan dari ancaman siber,”kata Hemas dalam sambutan resminya.

Menanggapi hal tersebut, Bang Azran menegaskan komitmen DPD RI untuk mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan, termasuk memastikan akses layanan kesehatan mental yang merata hingga ke daerah.

“Perempuan memegang peran sentral dalam keluarga. Ketika kesehatan mental mereka kuat, maka kualitas keluarga dan masyarakat juga meningkat. Karena itu, edukasi dan layanan yang mudah dijangkau harus menjadi prioritas,” katanya.

FGD ini dihadiri akademisi, praktisi kesehatan, organisasi perempuan, dan mahasiswa yang memberikan perspektif penting mengenai trauma, beban ganda, dan tantangan psikologis perempuan di era modern.

Bang Azran berharap hasil diskusi dapat memperkaya rekomendasi kebijakan DPD RI ke depan. “Ini bukan isu kecil, tetapi fondasi ketahanan sosial. Karena itu kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.