JAKARTA – Tindakan bejat AF, seorang guru ngaji di Tebet Jakarta, yang berbuat tidak senonoh kepada 10 muridnya, membuat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jakarta, Achmad Azran, murka. Ia meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.
Menurut Acmad Azran, tindakan AF bukan saja tidak terpuji, tetapi juga membahayakan mental dan masa depan anak-anak.
“Sungguh tindakan yang sangat biadab. Ini perilaku seorang predator anak yang memakai kedok guru ngaji. Tindakan ini bisa merugikan guru mengaji lainnya yang benar-benar tulus mengajar,” katanya, Jumat (4/7/2025).
Menurutnya, guru ngaji seharusnya mengajarkan adab dan etika kepada anak-anak.
“Yang mulai hilang dari generasi saat ini adalah adab. Oleh karena itu, kita berharap guru ngaji bisa mengajarkan hal ini ke anak-anak. Tapi AF malah menghancurkan mereka,” katanya.
Sebagai putra asli Betawi, Achmad Azran mengaku sangat kecewa.
“Tindakan ini tidak bisa dibiarkan, pelaku harus mendapatkan hukuman berat atas tindakannya. Harus ada efek jera untuk semua predator anak,” katanya.
Ia pun berharap keluarga yang anaknya menjadi korban untuk mengadu ke pihak berwenang.
Senator yang akrab disapa Achmad Azran itu pun mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan hati-hati dalam memilih guru ngaji.
“Cari yang lebih amanah, lebih dipercaya misalnya TPA. Atau carilah sosok yang benar-benar bisa dipercaya, punya akhlak dan pastinya punya ilmu yang kompeten. Jadi tidak sekadar dituakan,” katanya.
Bang Azran pun menilai jika guru ngaji harusnya memiliki standar.
“Standar itu bukan berarti dipersulit, tapi setidaknya masyarakat tau siapa yang memang pantas mengajar ngaji. Ada legalitasnya. Bagaimana pun kita harus menjaga anak-anak lain,” terangnya.
Sebelumnya, seorang guru ngaji di Tebet, Jakarta Selatan, ditangkap polisi setelah diduga mencabuli 10 santri. Modusnya adalah dengan berpura-pura mengajarkan korban tentang hadas.




