Bang Azran Mendesak Pemprov DKI Prioritaskan Krisis Lingkungan, Air Bersih, dan Infrastruktur Perkotaan

oleh -22 views
oleh

JAKARTA-Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran, terus fokus memperhatikan kampung halamannya, DKI Jakarta. Pria asli Betawi itu menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai persoalan lingkungan, keterbatasan akses air bersih, sanitasi, serta infrastruktur dasar yang hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi warga Jakarta.

Senator asal DKI itu meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah cepat dan terkoordinasi untuk memastikan layanan dasar dapat dinikmati secara merata oleh seluruh warga.

Pria yang biasa disapa Bang Azran menyoroti bahwa hingga September 2025, cakupan layanan air bersih perpipaan di Jakarta baru mencapai sekitar 74 persen, padahal Pemprov DKI menargetkan 80 persen pada akhir tahun. Ini berarti masih ada lebih dari seperempat penduduk Jakarta yang belum terhubung ke jaringan air bersih yang memadai.

Akibatnya, banyak rumah tangga masih mengandalkan sumur bor, air tanah, hingga air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan pada beberapa wilayah padat penduduk, warga masih terpaksa menggunakan saluran sungai untuk mencuci, sebuah kondisi yang menunjukkan adanya masalah fundamental dalam penyediaan layanan air bersih dan sanitasi.

“Ketika warga masih harus mencuci di saluran sungai, itu bukan lagi sekadar ketimpangan layanan, itu alarm keras bahwa ada persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Pemerintah harus menjadikan penyediaan air bersih dan sanitasi sebagai prioritas mutlak,” tegas Achmad Azran.

Meski akses sanitasi layak di Jakarta tergolong tinggi secara nasional, yakni berada di kisaran 92 persen, Achmad Azran menekankan bahwa angka tersebut tidak menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Banyak wilayah masih menghadapi keterbatasan jaringan pembuangan air limbah, sistem drainase yang tidak berfungsi optimal, serta risiko banjir dan pencemaran lingkungan.

“Kondisi ini diperparah oleh populasi Jakarta yang sangat padat dan menimbulkan tekanan besar terhadap layanan publik, jaringan air, hingga transportasi. Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Bang Azran juga memberikan catatan mengenai proyek revitalisasi pasar tradisional yang saat ini dijalankan Pemprov DKI. Beberapa pasar yang sudah tua dengan kondisi atap bocor, drainase buruk, serta kerentanan terhadap kebakaran dan banjir akan direnovasi dan didukung dengan sistem pembayaran digital. Ia mengapresiasi langkah tersebut, tetapi mengingatkan bahwa upaya perbaikan infrastruktur harus bersifat menyeluruh, tidak parsial.

“Revitalisasi pasar memang penting, tetapi Jakarta tidak bisa bergerak hanya di satu sektor. Infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan sistem transportasi harus dibenahi secara bersamaan. Kita butuh perencanaan kota yang lebih adaptif dan berbasis data,” ujarnya.

Pria yang juga aktif di dunia olahraga itu menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI harus memperkuat koordinasi lintas instansi, mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih, serta memastikan pemerataan layanan hingga ke wilayah yang selama ini tertinggal. Ia menyatakan bahwa DPD RI siap mengawal dan membantu memastikan dukungan serta kebijakan dari pemerintah pusat.

“Kami di DPD RI berkomitmen mendorong terpenuhinya layanan dasar warga. Jakarta harus menjadi kota yang sehat, manusiawi, dan berkelanjutan. Bukan hanya megah di permukaannya, tetapi kuat dari fondasi infrastrukturnya,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.