JAKARTA— Anggota DPD RI sekaligus Bakal Calon Ketua Umum KONI DKI Jakarta periode 2025–2030, Achmad Azran, menyatakan komitmennya untuk merealisasikan pengelolaan pendanaan KONI DKI Jakarta yang optimal, transparan, dan akuntabel apabila terpilih dalam pemilihan Ketua Umum KONI DKI yang akan digelar pada Februari 2025, mendatang.
Pria asli Betawi yang akrab disapa Bang Azran ini menegaskan bahwa peningkatan prestasi olahraga Jakarta harus ditopang oleh sistem pendanaan yang kuat, adil, serta tidak hanya bergantung pada APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurut Bang Azran, ke depan sumber pendanaan KONI DKI akan diupayakan secara maksimal dari non-APBD, termasuk dukungan dari BUMN, BUMD, dan sektor swasta. Sebagai pengusaha dan senator dengan jaringan luas, Bang Azran mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah ada sejumlah komunikasi dan pembicaraan awal dengan pihak ketiga yang menyatakan kesiapan mendukung pendanaan pembinaan olahraga prestasi di Jakarta.
Dalam hal penggunaan dana, Bang Azran menegaskan akan dilakukan secara terbuka dan berbasis klaster pembinaan, dengan komitmen yang jelas sejak awal berdasarkan cluster pembinaannya dengan rekaman jejak prestasi yang dicapai oleh cabang olahraga dalam menyumbang medali emas, perak dan perunggu di level Nasional maupun Internasional di kompetisi-kompetisi yang dikuti.
”Jadi, cabang olahraga juara umum pada PON sebelumnya yang berjumlah sekitar 17 cabang akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 2 miliar per tahun. Sementara itu, cabang olahraga kategori Olympic Sports yang berjumlah sekitar 35 cabang akan memperoleh bantuan sekitar Rp1,5 miliar per tahun, dan cabang olahraga non-Olympic akan mendapatkan bantuan maksimal Rp1 miliar per tahun,”kata Bang Azran dalam keterangan resminya.
Cabang olahraga yang merupakan juara umum PON sekaligus termasuk Olympic Sports, imbuh Bang Azran, akan menjadi prioritas untuk mendapatkan program Bapak Angkat dari pihak ketiga. Prioritas berikutnya untuk mendapatkan program Bapak Angkat adalah Cabor Olympic dan kemudian cabor Non Olympic. Selain itu, KONI Wilayah akan memperoleh bantuan sekitar Rp 3 miliar per tahun untuk pembinaan olahraga prestasi usia dini atau lapis 3 dan lapis 4, sesuai dengan prioritas cabang olahraga yang telah disepakati di masing-masing wilayah.
Bang Azran juga menaruh perhatian besar pada badan fungsional, yang akan mendapatkan bantuan pembinaan sekitar Rp 500 juta untuk mendukung program talent scouting dalam menjaring atlet-atlet berbakat. Program ini akan diperkuat melalui kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya.
Seluruh bantuan pendanaan tersebut wajib disertai proposal program kerja teknis, target prestasi yang terukur, serta laporan pertanggungjawaban penggunaan dana. Bang Azran menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana akan diaudit secara transparan dan akuntabel setiap tahun oleh BPK, BPKP, dan Kantor Akuntan Publik, dan hasil audit akan disampaikan secara terbuka dalam forum resmi KONI DKI.
“Pengelolaan dana olahraga adalah amanah. Jika saya dipercaya memimpin KONI DKI, saya pastikan setiap rupiah benar-benar digunakan untuk prestasi atlet dan kemajuan olahraga Jakarta,” tegas Bang Azran.(*)





