Bermanfaat, Petani di Gorontalo Didorong Ikut AUTP

oleh -24 views

GORONTALO – Pemerintah terus mendorong pertain dan peternak untuk memanfaatkan bantuan subsidi premi asuransi untuk menjamin kelangsungan usaha. Seperti yang dilakukan Pemerintah Daerah Gorontalo yang akan mendorong petani terdaftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut, banyak pencapaian sejak penerapan asuransi pertanian. Dengan ikut asuransi pertanian ini agar petani merasa aman untuk berproduksi.

“Kita tidak ingin kalau kena bencana alam seperti banjir, kekeringan, bencana alam, atau sapi yang mati itu menyebabkan petani yang rugi,” kata Mentan SYL, Minggu (24/1).

Setelah bergabung dalam sebuah kelompok tani dan memahami manfaat jaminan kerugian yang didapat dari program asuransi pertanian, maka petani bisa segera mendaftarkan diri. Namun, waktu pendaftaran biasanya paling lambat berlangsung 30 hari sebelum musim tanam dimulai.

“Untuk mendaftarkan diri, petani juga akan mendapat pendampingan khusus dari petugas UPTD Kecamatan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” ujar Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, program AUTP ini hanya mewajibkan petani membayar Rp 36.000 per hektare per musim tanam, sementara sisanya atau sebesar Rp 144.000 ditanggung oleh pemerintah. Bila terjadi gagal panen akibat hama, kekeringan, dan banjir, maka petani bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta per ha.

“Preminya murah karena dapat subsidi dari pemerintah, jadi hanya Rp 36 ribu per hektar dari aslinya Rp 180 ribu. Sayang sekali kalau petani tidak ikut. Karena jika mereka gagal panen, kan ada uang yang akan cair sebesar Rp 6 juta per hektar. Ini kan sangat membantu petani,” kata Sarwo Edhy.

Adanya tren positif peserta AUTP menurut Sarwo, karena pelaksanaan asuransi pertanian yang bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) ini memberikan berbagai keuntungan bagi petani/peternak. Bukan hanya nilai premi yang dibayarkan petani cukup murah, tapi juga memberikan ketenangan dalam berusaha.

“Petani dan peternak semakin mengerti manfaat dan peluang dari asuransi ini. Hanya dengan seharga satu bungkus rokok, petani dan peternak bisa tidur tenang. Petani tidak tahu lahannya rusak terkena banjir, kekeringan atau terserang hama penyakit,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario mengatakan, asuransi pertanian ini sangat bermanfaat apabila terjadi kegagalan pada usaha tani. Sehingga petani bisa melanjutkan usahanya dengan pembayaran klaim yang diterima.

“Petani harus memanfaatkan subsidi premi asuransi pertanian byang diberikan Pemerintah,” ujar Muljady Mario.

Diketahui, capaian AUTP di Gorontalo tahun 2020 sebesar 9.531,6 ha dari target 4.000 ha. Bantuan pemerintah untuk premi asuransi seluas 9.531,6 ha ini adalah sebesar Rp 1.372.550.400 atau 80 persen dari total premi Rp 1.715.688.000.

Capaian Asuransi Usaha Ternak Sapi-Kerbau (AUTS/K) sebesar 3.576 ekor. Bantuan pemerintah sebesar Rp572.160.000 atau 80 persen dari total premi Rp715.200.000.

Klaim asuransi pertanian yang sudah dibayarkan kepada petani/peternak oleh PT Jasindo sebesar Rp50.200.000 (9,7ha) untuk AUTP dan Rp625.800.000 (75 ekor) untuk AUTS/K.

Dinas Pertanian Provinsi juga terus mendorong dinas di kabupaten/kota sebagai pihak yang harus memfasilitasi bagaimana petani/peternak agar bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Ke depan diharapkan KUR bisa bisa diakses oleh petani/peternak untuk pemenuhan kebutuhan investasi seperti pembeliaan alat-alat dan mesin pertanian yang membutuhkan modal besar,” tutur Muljady.