Dengan Asuransi, Petani Sampang Tak Perlu Khawatir Gagal Panen

oleh -31 views

SAMPANG – Para petani di Kabupaten Sampang diajak untuk memanfaatkan asuransi pertanian oleh Kementerian Pertanian. Sebab, dengan asuransi petani tidak perlu lagi khawatir menderita kerugian jika terjadi gagal panen.

Ajakan untuk memanfaatkan asuransi disampaikan setelah lahan pertanian di Dusun Gungdalem, Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Sampang, terancam gagal panen akibat diserang hama tikus.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan kekhawatiran petani akan terjadinya gagal panen bisa diatasi jika memanfaatkan asuransi.

“Ada beberapa hal yang bisa mengganggu pertanian. Ada ancaman akibat perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, hingga longsor. Ada juga ancaman penyakit seperti serangan hama, termasuk hama tikus. Untuk itu petani harus selalu mengambil langkah antisipatif, seperti memanfaatkan asuransi untuk menjaga lahan dari kerugian. Dengan cara ini, petani tidak perlu khawatir. karena lahan yang gagal panen sudah tercover asuransi dan petani bisa memanfaatkan klaim,” tutur Mentan SYL, Sabtu (26/12/2020).

Sementara Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy, mengatakan salah satu program asuransi yang bisa diikuti petani adalah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Premi yang harus dibayarkan pun relatif terjangkau.

“Sedangkan nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000/Ha/MT. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan. Petani dijamin tidak akan merugi jika menghadapi kendala seperti di atas. Karena lahan sudah ter-cover asuransi,” katanya.

Ditambahkannya, asuransi merupakan salah satu komponen dalam manajemen usahatani untuk mitigasi risiko bila terjadi gagal panen. Dengan adanya asuransi, perbankan lebih percaya dalam menyalurkan kreditnya.