Dengan Manfaatkan Sabut Kelapa, KWT Bisa Tingkatkan Pendapatan

oleh -553 views

KOLAKA UTARA – Pengetahuan dan kemampuan petani serta penyuluh pertanian sebagai garda terdepan pembangunan pertanian perlu ditingkatkan kapasitasnya. Sehingga mampu menjadi SDM yang inovatif, kreatif, profesional, mandiri dan berdaya saing.

Kementerian Pertanian pun mengarahkan agar pendapatan petani bisa ditingkatkan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memastikan pengembangan sumber daya manusia penting untuk mengoptimalisasikan sektor pertanian ke depan.

“Sektor lain mengalami dampak yang besar, tapi saya yakin pertanian bisa terus tumbuh sehingga masalah pangan dan perekonomian nasional bisa baik-baik saja. Pertanian memegang peran penting dalam pemulihan ekonomi, di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia,” tutur Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, menyampaikan pentingnya meningkatkan SDM pertanian.

“Karena, SDM menjadi faktor pengungkit peningkatan produktivitas sektor pertanian, karenanya perlu ditingkatkan kapasitasnya. Penting sekali membangun SDM pertanian yang berkualitas, kreatif dan Inovatif,” ujarnya.

Dedi juga menegaskan bahwa semua harus siap untuk menghadapi Industri 4.0 lewat penguatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan dalam pengimplementasian Kostratani.

Sejalan dengan hal tersebut Program READSI mendukung penuh kegiatan pelatihan serta peningkatan keterampilan bagi petani di wilayah program melalui berbagai kegiatan.

Tidak terkecuali kaum wanita yang tergabung di Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui kegiatan sekolah lapang.

Sekolah Lapang (SL) sangat bermanfaat untuk Nurmia, anggota KWT Makmur Jaya Desa Pakue, Kabupaten Kolaka Utara, sehingga dapat mengaplikasikan pengetahuan yang disampaikan oleh Penyuluh dengan baik.

Menurutnya setelah mengaplikasikan pengetahuan dari SL kelapanya dapat memproduksi buah lebih banyak dari sebelumnya dan membuat produk olahan lainnya.

Dengan modal belajar di internet, Nurmia memanfaatkan limbah sabut dari kelapa yang tidak terpakai, untuk meningkatkan pengetahuannya.

“Sabut kelapa menjadi media tanam bunga hias, ini semua berawal dari menghemat uang belanja yang akhirnya memanfaatkan bahan yang ada di sekitar,” ujarnya.

Guna mendukung keterlibatan wanita dalam kegiatan pemberdayaan, melalui pemanfaatan pekarangan dan limbah di desa lokasi Program READSI, Fasilitator Desa dan Penyuluh mendukung apa yang dilakukan oleh Nurmia.

Menurut Halima, Fasilitator Desa, memanfaatkan limbah di sekitar rumah sangat menginspirasi bagi anggota poktan lain dan masyarakat sekitar. Hal ini dapat mengangkat pendapatan petani.

No More Posts Available.

No more pages to load.