Washington, D.C., 7 Juni 2026 – Sebanyak 617 pembelajar Bahasa Indonesia di Amerika Serikat yang mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menutup Semester Musim Semi 2026 melalui kegiatan unjuk kebolehan (showcase) secara daring pada Minggu (7/6).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C. bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, diikuti oleh 439 pembelajar dewasa serta 178 pembelajar anak dan remaja.
Para pengajar BIPA berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, serta Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Program ini juga didukung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington, D.C., serta Dharma Wanita Persatuan KBRI Washington, D.C.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta menampilkan kemampuan berbahasa Indonesia melalui berbagai pertunjukan, mulai dari bertutur, berpidato, membaca puisi, berpantun, hingga menyanyikan lagu berbahasa Indonesia. Beberapa peserta membawakan puisi karya Sapardi Djoko Damono, sementara kelompok peserta lainnya menyanyikan lagu “Tahu Tempe, Kacang Dele”.Seluruh penampilan menunjukkan tingkat kepercayaan diri dan kefasihan yang tinggi sebagai hasil pembelajaran selama satu semester.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menyampaikan apresiasinya atas kemajuan para pembelajar BIPA.
“Kemampuan berbahasa Indonesia yang ditunjukkan para peserta merupakan bagian dari upaya diplomasi lunak Indonesia untuk semakin memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional, khususnya di Amerika Serikat,” ujar Indroyono.
Ia menambahkan bahwa posisi Bahasa Indonesia di tingkat global terus menguat sejak ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi dalam forum UNESCO pada tahun 2023.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dr. Hafidz Muksin, menegaskan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia dalam forum-forum internasional terus mengalami kemajuan. Menurutnya, salah satu tonggak penting terjadi pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Samarkand, Uzbekistan, pada tahun 2025, ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, menyampaikan pidato resmi menggunakan Bahasa Indonesia.
Dr. Hafidz juga mengingatkan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, Bahasa Indonesia ditargetkan menjadi bahasa internasional pada tahun 2045.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia terus berkembang di berbagai negara dan lembaga internasional, termasuk di lingkungan Tahta Suci Vatikan.
Program BIPA di Amerika Serikat diselenggarakan secara daring melalui KBRI Washington, D.C. dan terbuka bagi peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, mahasiswa, peneliti, profesional, hingga pengajar bahasa asing. Program ini menawarkan tiga jenjang pembelajaran, yaitu kelas pemula, kelas madya, dan kelas mahir.
Sejak pandemi COVID-19, pelaksanaan program BIPA di Amerika Serikat dilakukan secara daring sehingga menjangkau peserta dari berbagai wilayah. Salah satu program yang berkembang pesat adalah BIPA di Yale University, yang diminati mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu, seperti teknik, psikologi, hukum, biologi, bisnis, dan ilmu politik.
Keberhasilan program tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia di lebih banyak perguruan tinggi di Amerika Serikat.
Pendaftaran peserta untuk Program BIPA Musim Gugur 2026 akan segera dibuka melalui KBRI Washington, D.C. Program tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada September 2026.(*)







