Dukung SL di Desa Ranggo Dompu, Kementan Berharap Produksi Meningkat

oleh -50 views

NUSA TENGGARA BARAT – Kementerian Pertanian memberikan dukungan kepada Kelompok Tani (Poktan) So Ale III, di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, yang sedang mempersiapkan Sekolah Lapang (SL). Kegiatan yang menjadi bagian dari program IPDMIP tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas padi.

Pelaksanaan SL difasilitasi oleh PPL pendamping desa. Kegiatan SL dilaksanakan pada Kamis (28/1/2021).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menegaskan di masa pandemi ini peningkatan produktivitas harus terus dilakukan.

“Dalam masa pandemi Covid-19, sektor pertanian tetap harus berproduksi, tetap harus menyediakan pangan bagi 270 juta penduduk Indonesia. Oleh sebab itu, kegiatan Sekolah Lapangan harus berdampak pada peningkatan produksi,” ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

“Kegiatan Sekolah Lapangan IPDMIP mengajarkan petani untuk melakukan inovasi dan memastikan diterapkannya teknologi yang direkomendasikan dalam pertanian. Tujuannya agar petani mampu meningkatkan produktivitas. Berbagai pengetahuan yang diberikan melalui SL inilah yang harus diserap,” katanya.

Dedi Nursyamsi mengatakan, Sekolah Lapangan bisa menjadi bagian untuk membekali petani dengan pengetahuan keterampilan dalam berusahatani.

“Peran SDM untuk meningkatkan produktivitas sangat penting. Bahkan SDM menjadi faktor pengungkit utama. Dan Sekolah Lapangan bisa memberikan tambahan pengetahuan buat SDM pertanian, utamanya petani dan penyuluh,” ujarnya.

Pertemuan SL IPDMIP di Daerah Irigasi Ale yang dilakukan Poktan So Ale III dihadiri Kabid PSPP, Kasi Penyuluhan, Koordinator KJP, Koordinator BPP Kecamatan, PPL, dan Tenaga Pendamping Konsultan Regional, serta TPM Bappena Litbang pengurus beserta Anggota poktan. Total peserta mencapai 25 orang, 8 diantaranya petani perempuan.

SL di Desa Ranggo ini akan memanfaatkan varietas padi Ciliwung. Kegiatan ini dilakukan untuk memberi pemahaman kepada poktan yang ada di desa itu agar pelaksanaan SL yg diikuti oleh sebagian anggota poktan ini bisa diperluas penerapannya kepada petani anggota dari poktan-poktan lain.

“Minimal untuk peserta pertemuan. Karena, sudah terbukti di beberapa lokasi IPDMIP melalui Sekolah Lapangan dengan pola tanam jarwo produksi dan Provitas tanaman meningkat dari sebelumnya. (EZ/PF)