Film Leave No One Behind Padukan Aksi, MMA, dan Taekwondo untuk Kampanye Anti-Perdagangan Manusia

oleh -3 views

Jakarta — Executive Producer Muhammad Chairul Basyar mempersembahkan film aksi terbarunya, Leave No One Behind (LNOB), sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kerja-kerja kemanusiaan aparat kepolisian dan lembaga internasional dalam memerangi kejahatan perdagangan manusia.

Kehadiran film ini dirancang bertepatan dengan dua momentum penting: Bulan Bhayangkara yang menjadi peringatan istimewa bagi Kepolisian Republik Indonesia, serta Hari Dunia Anti-Perdagangan Orang (World Day Against Trafficking in Persons) yang diperingati setiap 30 Juli.

“Film Leave No One Behind ini adalah hadiah saya untuk Kepolisian dan UNODC di Bulan Bhayangkara dan Hari Anti-Human Trafficking Dunia,” ujar Muhammad Chairul Basyar.

Menurutnya, pemilihan genre aksi bukan tanpa alasan. Ia melihat ada ruang kosong yang perlu diisi dalam lanskap perfilman nasional saat ini.
“Sengaja membuat film aksi, karena memang saat ini masyarakat perlu suguhan tontonan yang berbeda dari kebanyakan film. Karena memang film aksi tergolong jarang di Indonesia,” ujar Muhammad Chairul Basyar.

Mengangkat Isu Kemanusiaan Lewat Bahasa Sinema Aksi
Di tengah dominasi genre drama dan horor yang mewarnai bioskop Indonesia belakangan ini, kehadiran sebuah film aksi dengan muatan isu sosial yang kuat menjadi angin segar.

Leave No One Behind tidak hanya menyuguhkan adegan laga yang menegangkan, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang perlindungan terhadap korban perdagangan manusia — sebuah persoalan kemanusiaan yang masih menjadi tantangan serius, baik di Indonesia maupun di tingkat global.

Pilihan untuk mengawinkan hiburan aksi dengan advokasi isu sosial ini menempatkan LNOB pada posisi yang cukup unik. Film ini berupaya menjangkau penonton lewat tontonan yang menghibur, sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya perang melawan human trafficking — selaras dengan semangat Hari Dunia Anti-Perdagangan Orang.

Menampilkan Atlet Bela Diri Sungguhan di Layar Lebar
Salah satu daya tarik utama Leave No One Behind terletak pada penggunaan talenta bela diri sungguhan untuk menghidupkan adegan-adegan laganya. Film ini menampilkan Suwardi “Becak Lawu”, sosok juara Mixed Martial Arts (MMA) yang membawa kredibilitas dan keautentikan gerakan bela diri ke dalam setiap adegan pertarungan.

Kehadiran atlet laga profesional sebagai pemeran utama memberikan sentuhan realisme yang jarang ditemui dalam film aksi tanah air.

Ketegangan di layar semakin terasa berkat kehadiran lawan main yang tak kalah tangguh. Berperan sebagai tokoh antagonis, Macho Hungan tampil sebagai penantang berbahaya dengan latar belakang penguasaan bela diri Taekwondo. Macho bukanlah wajah baru dalam genre aksi — ia sebelumnya telah menorehkan kesuksesan lewat film aksi sebelumnya, yang turut mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu aktor laga yang diperhitungkan.

Perpaduan dua penguasa disiplin bela diri yang berbeda — MMA di sisi protagonis dan Taekwondo di sisi antagonis — menghadirkan koreografi pertarungan yang dinamis dan memikat. Benturan dua gaya laga ini menjadi salah satu tulang punggung ketegangan sepanjang film.

Menghidupkan Kembali Genre Aksi Indonesia
Perfilman Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang didominasi oleh genre horor dan drama keluarga yang secara komersial terbukti kuat menarik penonton. Di tengah tren tersebut, langkah memproduksi film aksi berskala layar lebar menjadi sebuah keberanian tersendiri. Genre aksi, yang sempat menjadi kebanggaan sinema Indonesia dan bahkan mendapat pengakuan internasional lewat sejumlah judul, kini relatif jarang diproduksi.

Melalui Leave No One Behind, Muhammad Chairul Basyar berupaya turut menghidupkan kembali gairah genre laga di industri film nasional — sekaligus membuktikan bahwa film aksi Indonesia mampu berdiri sejajar dengan tontonan sejenis, dengan muatan pesan yang relevan bagi masyarakat.

Tentang Muhammad Chairul Basyar
Muhammad Chairul Basyar dikenal sebagai figur multi-bidang yang aktif di dunia produksi film dan teknologi. Melalui kiprahnya sebagai produser, ia menaruh perhatian pada karya-karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa nilai dan pesan sosial bagi masyarakat luas.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.