JAKARTA— Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran, menyampaikan keprihatinannya atas viral video tawuran antar-remaja di Flyover Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang terjadi pada malam pergantian Tahun Baru 2026 dan ramai beredar di media sosial.
Menurut informasi yang beredar, aparat kepolisian telah bertindak cepat dengan mengantisipasi serta membubarkan aksi tawuran tersebut, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka serius.
Pria yang biasa disapa Bang Azran itu mengapresiasi langkah sigap aparat keamanan yang berhasil mencegah eskalasi kekerasan.
“Saya mengapresiasi respons cepat pihak kepolisian yang berhasil mengendalikan situasi. Namun peristiwa ini harus menjadi alarm serius bagi kita semua bahwa persoalan tawuran remaja masih menjadi tantangan besar di Jakarta, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur,” ujar Bang Azran.
Pria asli betawi itu menegaskan bahwa penanganan tawuran tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan keamanan semata, tetapi harus disertai pendekatan preventif dan kolaboratif, melibatkan keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah.
“Tawuran adalah gejala dari persoalan sosial yang lebih dalam. Perlu penguatan pembinaan generasi muda, ruang ekspresi yang positif, kegiatan kepemudaan, serta pengawasan lingkungan yang lebih intensif,” tambahnya.
Achmad Azran juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat program pembinaan remaja, memperluas akses kegiatan olahraga, seni, dan keterampilan, serta meningkatkan kehadiran aparat dan petugas sosial di titik-titik rawan tawuran.
Di akhir pernyataannya, Achmad Azran mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih aktif mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan yang dapat merugikan masa depan mereka.
“Keamanan dan ketertiban Jakarta adalah tanggung jawab bersama. Kita semua memiliki peran untuk memastikan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang aman, produktif, dan berorientasi pada masa depan,” tutupnya.





