Hasil Kakao di Luwu Diharapkan Meningkat Usai Pelatihan Cocoa Doctor

oleh -32 views

LUWU – Pelatihan Cocoa Doctor Batch V yang digelar di CDC dan CVC Nurdin, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang dilaksanakan Kementerian Pertanian melalui program READSI, resmi berakhir. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengembangbiakkan tanaman kakao dengan maksimal.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan READSI merupakan program dari International Fund for Food and Agriculture (IFAD) yang telah lama bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

“Dukungan inilah yang akan kita maksimalkan untuk membangun pertanian Indonesia. Kita harapkan Petani dan penyuluh yang mendapat program ini bisa menyerap ilmu dengan maksimal,” ujarnya

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Rural Empowerment Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) dilakukan untuk mendukung pertanian.

“READSI bukan hanya mendukung peningkatan produktivitas untuk mencapai ketahanan pangan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian. Hal ini sangat penting, karena SDM ada faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas. Semakin pintar petaninya, maka hasilnya juga semakin berlimpah,” katanya.

PLH Manager READSI, memberikan apresiasi terhadap peserta Pelatihan Cocoa Doctor Batch V yang digelar di CDC dan CVC Nurdin kabupaten luwu Sulawesi Selatan. Beliau berharap bisa dikembangkan dan menjadi pioner bagi petani Kakao lainnya.

Hal itu disampaikan Kepala bidang Hortikultura, Sudarmin saat menghadiri penutupan pelatihan, Minggu (27/06/2021). Kegiatan itu dihadiri sejumlah Tim READSI Pusat dari Kementerian, Manager PT MARS secara konvensional dan Manager READSI pusat dan Direktur Mars Asia melalui Video Confrence.

Diketahui pada pelatihan tersebut 15 orang dari Luwu turut menjadi peserta pelatihan Cocoa Doctor dalam hal, adopsi observasi (AO), nursery management atau melakukan pembiakan tanaman kakao dengan metode yang baik dan benar, replanting atau metode penanaman ulang yang di dalamnya terdapat konsep monokultur yang atau seluruhnya tanaman kakao konsep diservikasi atau agroforestry, GEF, atau agrikultur praktis.

Menurut Cocoa Academy Trainer Coordinator PT. MARS, Mudatsir, sejumlah materi yang disampaikan ke peserta, khususnya untuk peserta READSI mengajak peserta untuk melakukan Coaching ke petani lainnya.

Ia menjelaskan, peserta pelatihan ini sangat beruntung karena telah mendapat pelajaran dan kompetensi untuk pengembangan dirinya ke depan. Banyak petani yang ingin ikut pelatihan ini tapi memang karena terbatas sehingga tindak lanjut kedepan bagi calon Cocoa Doctor Academy ini harus menjadi pioner bagi teman teman petani kakao lainya.

Kepala Bidang Holtikultura, Sudarmin, menambahkan, pelatihan seperti ini perlu terus dikembangkan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama dalam pengelolaan kakao di Kabupaten Luwu.

Ia juga memotivasi para peserta pelatihan untuk bersungguh sungguh mengikuti pendidikan agar keluar dari pelatihan ini bisa memiliki keahlian sehingga gelar Cocoa Doctor yang di sandang bermanfaat bagi Petani Kakao lainya.

“Seperti Bapak Nurdin yang dulunya sempat ditentang keluarga karena fokus terhadap kakao sekarang malah keluarga mendukung karena menjadi Cocoa Doctor yang  sukses.  Kita juga sangat berterima kasih kepada bapak Nurdin dimana beliau telah menyediakan tempat untuk pelatihan dan tidak bayar sama sekali. Beliau sangat ikhlas dalam membantu peserta pelatihan dan menjadi pendamping khusus bagi peserta untuk waktu yang tidak ditentukan. Cita-cita beliau sangat mulia yaitu membangun petani Kakao menjadi lebih sejahtera dan sukses seperti dirinya,” ujarnya.

Manager READSI pusat, Bayu Rahmawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat sedang mendesain pelatihan ini ada keraguan dari keberhasilan pelatihan ini disebabkan  pandemi Covid-19. Sehingga sempat berhenti lama.

“Akan tetapi setelah berkomunikasi dan diskusi panjang dengan Fajar selaku Manager PT. Mars akhirnya pelatihan berhasil dilanjutkan  hingga sampailah pada penutupan hari ini. Ini semua tidak lepas dari kerja sama yang di bangun dengan PT. Mars dan pemerintah serta semangatnya peserta pelatihan yang ingin menjadi lebih baik,” ujar Bayu Rahmawan. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.