BANDA ACEH – Salah satu destinasi wisata yang wajib dinikmati ketika berkunjung ke Aceh adalah snorkeling. Betapa tidak, alam bawah laut Aceh begitu mempesona. Salah satu spot terbaik snorkeling adalah Taman Laut Rubiah di Pulau Sabang. Ya, Taman Laut Rubiah di Pulau Sabang kaya dengan kehidupan laut dan dipenuhi dengan beragam terumbu karang. Pulau Sabang
Pulau Sabang memang surga bagi penyelam. Para pecinta snorkeling juga dapat menemukan hal menarik di bawah laut seperti melihat ikan berwarna-warni, terumbu karang yang indah, kuda laut, sotong dan banyak lagi biota laut. Sebagian pulau telah dinyatakan sebagai kawasan konservasi.
Berikut antara lokasi-lokasi snorkeling yang wajib dicoba saat berlibur di Sabang.
Pantai Iboih
Iboih merupakan lokasi tujuan wisatawan saat mengunjungi Kota Sabang. Kini, tempat ini telah dipadati oleh penginapan hingga restoran. Laut yang menjadi halaman tempat-tempat menginap adalah spot favorit untuk snorkeling. Ikan-ikan berwarna-warni hingga tanaman laut yang menawan seakan menggoda untuk mengajak anda bermain.
Pulau Rubiah
Pulau ini berhadapan dengan Iboih, hanya sekitar lima menit menyebrang menggunakan speed boat. Pulau Rubiah adalah lokasi snorkeling terbaik di Sabang. Air lautnya yang biru akan membuat Anda berdecak kagum, belum lagi dengan ikan-ikan berwarna-warni yang berenang dan bersembunyi di dalamnya.
Pantai Gapang
Selain Iboih dan Rubiah, Pantai Gapang adalah pilihan tempat snorkeling yang tidak boleh Anda lewatkan. Lokasinya pun tidak jauh dari Pantai Iboih dan Pulau Rubiah. Di tempat ini, juga ragam biota laut dapat Anda nikmati.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Sabang Faisal menjelaskan, salah satu keunggulan pariwisata Aceh adalah alam bawah laut yang indah. “Kami di Aceh ini memiliki destinasi wisata yang lengkap. Ada wisata bahari, ada wisata gunung, religi, wisata sejarah, alam dan atraksi buatan. Ini menjadi keunggulan bagi kami,” kata Faisal, Selasa (23/3/2021).
Alam bawah laut Aceh, Faisal melanjutkan, sejauh ini masih terjaga dengan baik. Hal itulah yang membuat wisatawan merasa puas jika melakukan snorkeling di Aceh. Tak sedikit juga penyelam profesional yang datang untuk menikmati keindahan alam bawah laut Aceh, khususnya Sabang. “Alam bawah laut Sabang menjadi destinasi wisata menarik bagi wisatawan. Ada banyak atraksi yang bisa dinikmati seperti snorkeling, diving dan lainnya,” ujar dia.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwasata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), Nia Niscaya menuturkan, pantai merupakan salah satu kekuatan pariwisata Aceh.
“Pantai di Aceh khususnya Sabang ini masih alami. Keindahan alam bawah lautnya menjadi daya tarik yang memang sudah terkenal bagi wisatawan dan penyelam. Tentu ini harus dijaga dengan baik karena ini adalah pesona dan daya pikat bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata,” ujar Nia.
Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, Nia menilai alam bawah laut Sabang tak sepi peminat. Wisatawan tetap datang untuk menikmati pesonanya. Tentu saja dengan protokol kesehatan yang ketat. “Kami berharap di era kebiasaan baru ini wisata bahari Sabang menjadi magnet yang kuat bagi wisatawan untuk datang berkunjung,” ujarnya.
Koordinator Pemasaran Pariwisata Regional I Area I Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menambahkan, era adaptasi kebiasaan baru menjadi momentum kebangkitan pariwisata Aceh. “Kita tahu pandemi ini membuat semua sektor terpuruk, tak terkecuali sektor pariwisata. Era adaptasi kebiasaan baru ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata Aceh. Apalagi Sabang ini yang memang memiliki pantai yang cukup indah dengan kekayaan alam bawah lautnya yang luar biasa,” kata Taufik.
Taufik melanjutkan, alam bawah laut memiliki pesona tersendiri bagi pecintanya. Dan Sabang, kata Taufik, memiliki keunikan alam bawah laut yang tidak dimiliki daerah lainnya. “Ini menjadi kekuatan Sabang sebagai destinasi wisata. Kekuatan alam bawah laut Sabang sebagai obyek wisata menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata yang merupakan DNA pariwisata,” papar Taufik.(*)





