Kapasitas Penyuluh Ditingkatkan, Produktivitas Diharapkan Meningkat

oleh -101 views

MANGGARAI TIMUR – Melalui program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program .(IPDMIP), Kementerian Pertanian melakukan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian dan staf Lapangan  IPDMIP.

Peningkatan dilakukan dalam workshop peningkatan kapasitas, 6-7 April 2021 di Borong, Kabupaten Manggarai Timur,  Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan cara ini, penyuluh diharapkan bisa membantu petani meningkatkan produksi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, peran penyuluh sangat penting untuk pertanian.

“Penyuluh harus mendampingi petani. Agar produksi pertanian dapat tetap terjaga. Karena, pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Mentan SYL juga menyampaikan, tanggung jawab penyuluh bukan hanya sekedar pertanian menjadi maju, akan tetapi pertanian harus menggunakan cara-cara baru untuk bisa menghadirkan efektivitas atau kemampuan yang lebih banyak lagi.

“Pertanian bukan hanya menumbuhkan tanaman tapi menghadirkan hati, pikiran dan gerakan agar hidup bisa lebih baik dan yang pasti pertanian bisa selalu hadir di tengah masyarakat serta massif (gerakannya),” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

“Penyuluh harus memberikan kemampuan dalam memberikan pendampingan dan pengawalan di lapangan. Mereka harus memastikan produksi tetap berlangsung,” katanya.

Dedi menyebut penyuluh sebagai agen perubahan peradaban pertanian.

“Penyuluh ini agen perubahan peradaban pertanian. Kalau peradaban pertanian kita berubah, itu dipastikan berkat peran dari penyuluh,” katanya.

Workshop peningkatan kapasitas dibuka Kepala Dinas Pertanian kabupaten Manggarai Timur Yohanes Sentis. Dalam Sambutannya, kadis mengharapkan pendampingan para penyuluh dan staf lapangan harus dapat membawa perubahan positip terhadap pola usahatani sawah yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi pertanian.

Sementara itu Korkab Manggarai Timur, Martinus Hadar, menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membekali penyuluh dan petugas lapang terkait rancangan komponen 4 (pertanian) dan kedudukannya dalam IPDMIP secara keseluruhan.

“Lewat kegiatan ini kita ajak penyuluh untuk mengawal dan mengimplementasikan ketiga komponen Peningkatan Pendapatan Pertanian Irigasi, isu-isu penting untuk pelaksanaan Proyek IPDMIP dan  upaya-upaya pemecahannya secara bersama-sama agar tidak terjadi kendala dalam pelaksanaannya di lapangan,” katanya.

Yulia TS sebagai PIC IPDMIP wilayah NTB dan NTT menyampaikan, workshop yang berlangsung dua hari ini diisi oleh dua nara sumber konsultan dari Regional 7 NTB-NTT Hj Sukmawati dan Masithah, dibantu oleh korkab Manggarai Timur Martinus Hadar, dengan peserta sebanyak 30 orang.

Team Leader Konsultan IPDMIP Regional 7 Provinsi NTB-NTT, Sukmawati, menambahkan,  hasil rumusan dari workshop tersebut berusi bagaimana mengatasi isu-isu utama terkait  pelaksanaan Program IPDMIP dan upaya-upaya pemecahannya secara bersama-sama agar tidak terjadi kendala dalam pelaksanaannya di tingkat lapangan.(YTS/EZ)