KAHYANGAN.NET//JAKARTA – Bermodalkan dukungan dari program SIMURP, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sri Rejeki di Desa Sri Agung, Kecamatan Karang Agung Ilir, semangat menanam padi. Petani melakukan tanam padi sesuai Kalender Tanam (Katam).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani harus terus menjaga semangat untuk tanam.
“Dalam kondisi apa pun, pertanian tidak boleh berhenti. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Jangan ada tanah yang menganggur, semua harus tanam untuk menjaga ketahanan pangan,” tuturnya, Senin (2/11/2020).
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap petani bisa memanfaatkan ilmu yang didapat dari program SIMURP.
“Program SIMURP diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para petani yang ada di lokasi program tersebut. Dengan adanya program SIMURP, petani diharapkan mampu menerapkan pertanian cerdas iklim (CSA) untuk mencapai tujuan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” katanya.
Selaras dengan tujuan SIMURP, Poktan Sri Rejeki mulai menerapkan Kalender Tanam (Katam). Sebagai ketua Poktan, pasca pelatihan TOF (Training of Farmer) Mukhsin selalu aktif mengajak anggotanya untuk menerapkan kalender tanam pada usahatani padi tahun ini.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (31/10/2020) terdapat 4 Ha tanaman padi yang berumur 39 hst, 11 ha baru tanam, dan sisanya 28 ha akan ditanam pada minggu berikutnya. (AM/NF)





