LIMA PULUH KOTA – Upaya peningkatan kualitas dan kapasitas SDM yang dilakukan Kementerian Pertanian, tidak hanya dilakukan pada petani. Seluruh SDM seperti penyuluh dan staf lapangan juga menjadi target.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas dan kapasitas SDM adalah hal yang sangat penting.
“SDM yang berkualitas bisa mengawal seluruh program utama Kementan. Sehingga target untuk mewujudkan swasembada pangan bisa kita wujudkan. Oleh karena itu, kita selalu berupaya agar kualitas SDM bisa ditingkatkan,” kata Mentan SYL.
Pernyataan senada dilontarkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.
“SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian. Oleh sebab itu, jika ingin pertanian berkembang, kembangkan dahulu SDM-nya,” kata Dedi.
Dijelaskannya, BPPSDMP tidak pernah berhenti berupaya meningkatkan kualitas SDM.
“Dengan memanfaatkan teknologi, internet of thing, kita selalu memberikan pelatihan, bahkan selama pandemi. Tranformasi ilmu tidak pernah berhenti,” kata Dedi lagi.
Selain itu, Kementerian Pertanian juga memaksimalkan program-program yang bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan SDM pertanian lainnya, seperti IPDMIP.
Seperti yang dilakukan District Project Implementing Unit (DPIU) IPDMIP di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang mengadakan Workshop Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Staf Lapangan, 15-16 Juni 2022, di Hotel Shago Bungsu Nagari Lubuak Batingkok, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Jumlah peserta yang hadir tercatat 63 orang terdiri dari 48 orang perempuan dan 15 orang laki-laki. Peserta terdiri dari Penyuluh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan serta Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Kabupaten Lima Puluh Kota, Penyuluh Swadaya, dan staf lapangan IPDMIP.
Workshop bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas penyuluh serta staf lapangan.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan implementasi program IPDMIP dan fasilitasi penyuluhan kepada petani serta pencapaian terget program dapat terealisasi sesuai alokasi yang telah ditetapkan,” kata Dedi Nursyamsi lagi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota, diwakili Kepala Bidang Penyuluhan,Vivi Febria Eka Putri, memaparkan kegiatan workshop ini merupakan peluang bagi penyuluh pemerintah, penyuluh swadaya dan staf lapangan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Terutama untuk meningkatkan kapasitas teknis karena difasilitasi dalam satu forum yang sama sehingga dapat melakukan interaksi dan diskusi agar terbangun kesamaan persepsi dalam memfasilitasi kegiatan penyuluhan di lapangan, terutama implementasi program IPDMIP,” katanya.
Menurut Vivim alokasi dana hibah yang menjadi tanggungjawab dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota kurang lebih Rp 7,3 Miliar, terhitung sejak tahun 2018 dan akan berakhir tahun 2023. Dan kegiatan di lapangan sudah harus selesai tahun 2022.
“Jadi dengan adanya workshop ini, kita dapat mengkonsolidasikan langkah percepatan pelaksanaan kegiatan sekaligus menyusun strategi penguatan kelembagaan penyuluh di tingkat desa/nagari dengan mendorong dan memfasilitasi pembentukan Pos Penyuluhan Desa/nagari (Posluhdes),” lanjutnya.
Workshop sendiri menghadirkan Tenaga Ahli System Pertanian, Tenaga Ahli Rantai Nilai Dan Tenaga Ahli Keuangan Perdesaan Dari Konsultan Regional-2 dan Provincial Project Implementation Unit (PPIU) sebagai narasumber dan bertindak sebagai pemandu proses adalah DPIU dan Koordinator Kabupaten.
Adapun materi yang dibahas adalah: Kerangka logis IPDMIP, desain system pertanian, desain akses pasar, desain keuangan perdesaan, panduan teknis penyusunan SOP budidaya padi system Jarwo dan integrasi program penyuluhan ke dalam perencanaan pembangunan desa.





