Lebih Efisien, Petani Lombok Tengah Gunakan Cultivator Untuk Menanam

oleh -22 views

LOMBOK TENGAH – Para petani di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, melakukan efisiensi untuk meningkatkan pendapatan. Termasuk juga meminimalisasi biaya produksi. Salah satu upaya yang ditempuh adalah melakukan pengolahan lahan menggunakan cultivator.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, langkah petani di Lombok Tengah memanfaatkan alat dan mesin pertanian sudah tepat.

“Dengan memaksimalkan alsintan, petani bisa mendapatkan produktivitas maksimal. Selain itu kerja petani juga lebih efisien. Sebab dengan cara lama, pengolahan lahan bisa dilakukan sampai 5 hari. Namun dengan alsintan, olah lahan hanya menjadi hitungan jam saja. Selain itu alsintan tidak membutuhkan banyak orang,” kata Mentan SYL, Selasa (07/07/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy mengatakan alat dan mesin pertanian memiliki banyak jenis yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan para petani.

“Alsintan sangat beragam dan petani bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Untuk olah lahan misalnya, selain cultivator seperti yang digunakan petani Lombok Tengah ada juga traktor roda 2 dan traktor roda 4. Tinggal menyesuaikan kebutuhan petani,” kata Sarwo Edhy.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Iskandar, mengatakan mekanisasi pertanian dapat meningkatkan indeks pertanian.

“Selain itu, mekanisasi pertanian juga dapat menarik minat generasi muda untuk terjun pertanian. dan yang terpenting, penggunaan mesin pertanian dapat menekan kehilangan hasil pada tahap panen,” tuturnya di Areal Semparu I, Desa Semparu Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

Ditambahkannya, dengan cultivator petani bisa mengolah tanah sekaligus membuat bedengan, juga membuat saluran antar bedengan dan lainnya.

Lalu Iskandar juga berharap cultivator bias membantu meningkatkan produktivitas hasil pertanian hortikultura, seperti melon, cabe, timun dan segala jenis sayuran serta buah-buahan.(***)