SULAWESI TENGAH – Dengan memanfaatkan proyek IPDMIP, Kementerian Pertanian meningkatkan kemampuan dan kapasitas staf lapangan di 3 kabupaten di Sulawesi Tengah. Ketiga kabupaten itu adalah Banggai, Poso, dan Tolitoli. Peningkatan kapasitas itu dilakukan lewat Pelatihan Staf Lapangan.
Pelatihan Staf Lapangan IPDMIP di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, 24-28 Maret 2021, diikuti 17 staf lapangan.
Rinciannya, 10 orang berasal dari Kabupaten Banggai, 4 orang dari Kabupaten Poso dan 3 orang dari Kabupaten Tolitoli.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap pelatihan ini turut berdampak pada peningkatan produktivitas.
“Salah satu tujuan dari proyek IPDMIP adalah untuk meningkatkan produktivitas, khususnya produktivitas di daerah irigasi. Harapannya tentu berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas SDM pertanian.
“SDM memegang peranan penting dalam pengembangan pertanian. Tidak itu saja, SDM adalah pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas. Jadi, jika ingin mengembangkan pertanian, kembangkan dulu SDM nya,” tuturnya.
Hadir dalam pelatihan Staf Lapangan IPDMIP di Sulawesi Tengah Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan pemateri berasal dari BPTP Sulawesi Tengah, BPMSB Sulawesi Tengah, Widyaiswara dan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas TPH Sulawesi Tengah.
Untuk membekali staf lapangan bekerja pada kegiatan IPDMIP, dalam pelatihan ini disampaikan materi Kebijakan pembangunan pertanian TPH Sulawesi Tengah, Management Pendampingan IPDMIP, Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian, Produksi Benih Mandiri, Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani, Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Irigasi Budidaya Tanaman Padi, Value Chain, Ketahanan Pangan dan Gizi serta Managemen SDM RTP.
Kegiatan pelatihan Staff Lapangan Sulawesi Tengah menggunakan berbagai metodologi penyuluhan yang dititikberatkan pada diskusi, sharing materi serta penyelesaiaan masalah.
Selain pembekalan teori dan peserta juga akan diajak melakukan kunjungan lapangan supaya lebih memahami situasional kerja lapangan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Trie Iriany Lamakampali, sekaligus memberikan materi kebijakan pembangunan pertanian dalam mendukung program IPDMIP di Sulawesi Tengah.
Dalam pemaparannya, Kepala Dinas menyampaikan sebagai pioner, staff lapangan harus memiliki nilai tambah bagi kegiatan IPDMIP.
“Dengan kehadiran staff lapangan pada kegiatan IPDMIP harus ada something different terhadap kemajuan project. Staf lapangan juga harus fokus dalam melakukan tugas-tugas Penyuluhan dan pendampingan kegiatan IPDMIP,” katanya.
Salah seorang peserta asal Kabupaten Banggai, Musfirawati, menyampaikan bahwa dengan kegiatan pelatihan staff ini dapat memberikan update wawasan dalam pengelolaan project IPDMIP, pendampingan petani dan pengembangan kelembagaan petani di wilayah IPDMIP.
Selain itu, ia juga mengatakan komitmen kuat untuk melaksanakan kegiatan pendampingan di lapangan sehingga tujuan dan target project bisa tercapai dengan baik. ( NS/EZ)





