Menanggapi Wamenpar, PP KAMMI Dorong Penataan Strategi Pariwisata yang Lebih Terintegrasi

oleh -6 views
oleh

‎Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) melalui Bidang Investasi dan Pariwisata merespons pernyataan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang menyebut pengembangan pariwisata Indonesia kini lebih berfokus pada kualitas dibandingkan kuantitas

‎Ogy Sugianto, Bidang Investasi dan Pariwisata PP KAMMI, menilai bahwa peningkatan kualitas pariwisata perlu dibarengi dengan penataan strategi pembangunan pariwisata nasional yang lebih terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.

‎“Peningkatan kualitas tidak akan optimal tanpa strategi yang kuat, terukur, dan adaptif terhadap perubahan tren pariwisata global. Evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan menjadi hal yang mendesak,” ujar Ogy.

‎Menurutnya, tantangan hospitality, kualitas layanan, dan kesiapan SDM masih menjadi pekerjaan rumah besar. Pariwisata tidak hanya berbicara soal keindahan destinasi, tetapi juga pengalaman wisatawan secara utuh, termasuk rasa aman, kenyamanan, dan kemudahan akses.

‎“Indonesia memiliki banyak potensi destinasi unggulan di berbagai daerah. Namun, masih banyak yang belum dikelola secara maksimal dan belum mampu memberikan pengalaman wisata yang konsisten dan berdaya saing,” tegasnya.

‎Ogy juga menekankan pentingnya penguatan konektivitas sebagai kunci pengembangan destinasi baru di luar Bali. Menurutnya, keterbatasan akses transportasi, infrastruktur pendukung, serta integrasi antarwilayah menjadi hambatan utama berkembangnya potensi pariwisata daerah.

‎”Pengembangan destinasi di luar Bali harus disertai dengan peningkatan konektivitas, baik udara, laut, maupun darat-agar wisatawan memiliki kemudahan akses dan pilihan destinasi yang lebih beragam,” jelasnya.

‎Lebih lanjut, PP KAMMI mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian serius pada daerah-daerah yang memiliki potensi destinasi baru, dengan pendekatan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.

“Penguatan destinasi baru bukan untuk menggantikan peran destinasi yang sudah mapan, tetapi untuk melengkapi dan memperkuat ekosistem pariwisata nasional secara keseluruhan,” tambah Ogy.

‎PP KAMMI juga menekankan pentingnya kemampuan pemerintah dalam membaca arah tren wisata global yang kini mengedepankan keberlanjutan, pengalaman autentik, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata.

‎Sebagai penutup, PP KAMMI mendorong Kementerian Pariwisata untuk tidak berhenti pada wacana peningkatan kualitas, tetapi segera mengambil langkah konkret melalui perbaikan tata kelola destinasi, peningkatan standar keamanan dan kenyamanan, penguatan konektivitas antarwilayah, serta memastikan investasi pariwisata berpihak pada pemberdayaan masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan.

‎“Dengan strategi yang terintegrasi, pariwisata Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih merata dan berdaya saing di tingkat regional maupun global,” tutup Ogy.

No More Posts Available.

No more pages to load.