Pemprov Ajak Masyarakat Bangun Kota, Bang Azran: Utamakan Sektor Strategis

oleh -20 views

JAKARTA – Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melibatkan masyarakat dalam pembangunan kota, direspons anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jakarta, Achmad Azran.

Menurut Achmad Azran yang harus menjadi perhatian utama dalam pembangunan kota mendahulukan sektor-sektor strategis.

“Melibatkan masyarakat dalam pembangunan melalui creative financing harus memiliki aturan yang jelas agar tidak ada pihak yang dirugikan. Dan lebih baik, pembangunan yang melibatkan masyarakat itu benar-benar yang memiliki manfaat untuk orang banyak atau sektor-sektor strategis,” jelasnya, Kamis (7/8/2025).

Sektor-sektor yang menurutnya sangat berkenaan dengan masyarakat Jakarta adalah transportasi publik dan pengelolaan air.

Namun, ia menambahkan, pembangunan yang dilakukan masyarakat harus didukung juga dengan kebijakan atau aturan pendukung.

“Transportasi itu masalah yang pelik, apalagi jika disangkutkan dengan kemacetan. Yang artinya, saat ada pendanaan alternatif dalam pembangunan sarana transportasi misalnya, harus diiringi dengan kebijakan pendukung dari Pemprov,” katanya.

“Sehingga, tidak ada yang lempar batu sembunyi tangan saat ada masalah dikemudian hari atau timbul kemacetan baru. Atau bagaimana aturan pengelolaannya secara jangka panjang dan lainnya,” imbuh Achmad Azran.

Senator yang akrab disapa Bang Azran itu menambahkan, rencana yang disampaikan Pemprov ini sebenarnya sangat positif.

“Masyarakat juga bisa semakin peduli terhadap kotanya. Tapi tetap kota berharap aturan yang jelas sehingga arah pembangunan juga sejalan dengan rencana pembangunan Pemprov,” terangnya.

Putra asli Betawi ini berharap kajian mendalam lebih dahulu dilakukan Pemprov sebelum nantinya dijadikan keputusan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka peluang pada masyarakat ikut serta dalam pembangunan kota melalui strategi pendanaan alternatif atau creative financing.

Langkah ini diambil untuk mengurangi beban anggaran pemerintah yang saat ini ada keterbatasan.

Selain itu, pemilik modal atau sektor swasta bisa juga bekerja sama misalnya dalam bentuk pemanfaatan aset, bangun guna serah (BGS), bangun serah guna (BSG) serta melalui perantara perantara pasar modal atau produk investasi alternatif.

Adapun warga yang ingin ikut serta dalam proyek pembangunan kota melalui skema pendanaan alternatif dapat memulai mengidentifikasi proyek atau sektor prioritas seperti transportasi publik, pengelolaan air misalnya, atau kawasan berorientasi transit.

No More Posts Available.

No more pages to load.