INDONESIA mendapat tempat istimewa di Musical Instrument Museum (MIM), salah satu museum alat musik terbesar dan terlengkap di dunia dengan koleksi lebih dari 8.000 instrumen musik dan objek terkait musik dari sekitar 200 negara.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, bersama Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Purnomo A. Chandra, berkesempatan mengunjungi museum tersebut pada Kamis, 21 Mei 2026.
Di antara ribuan instrumen musik yang dipamerkan, Indonesia hadir melalui koleksi alat musik tradisional yang kaya dan beragam, mulai dari gamelan Jawa, gamelan Bali, gamelan Sunda, angklung, kolintang, sasando, hingga berbagai instrumen Nusantara lainnya.
Salah satu daya tarik utama adalah instalasi gamelan Jawa berukuran besar yang ditata menyerupai ansambel lengkap di sebuah pendopo tradisional. Deretan gong besar, saron, bonang, dan instrumen bilah perunggu lainnya menghadirkan atmosfer khas Jawa dan Sunda di tengah lanskap gurun Arizona.
Koleksi tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai artefak budaya, tetapi juga dilengkapi dengan presentasi audio-visual yang memperlihatkan gamelan dimainkan dalam konteks tari, upacara adat, dan pertunjukan tradisional.
“Melihat gamelan Indonesia hadir begitu megah dan dihormati di salah satu museum musik terbesar dunia merupakan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa budaya kita memiliki daya tarik universal dan menjadi jembatan persahabatan antarbangsa,” ujar Dubes yang diamini Purnomo Chandra.
Selain gamelan, galeri Indonesia di MIM juga menampilkan wayang kulit yang memperlihatkan eratnya hubungan antara musik, cerita, dan spiritualitas dalam seni pertunjukan Nusantara. Pada area interaktif museum, pengunjung dapat menyentuh dan mencoba memainkan sejumlah instrumen, termasuk seperangkat gamelan edukatif, sehingga menciptakan pengalaman yang imersif bagi masyarakat internasional yang ingin mengenal musik tradisional Asia Tenggara secara langsung.
Museum ini juga menampilkan dokumentasi proses pembuatan gong di Jawa yang semakin memperkaya pemahaman pengunjung terhadap nilai seni dan filosofi di balik instrumen tradisional Indonesia.
Keberadaan koleksi Indonesia di MIM Phoenix menjadi bentuk nyata pengakuan dunia terhadap kekayaan budaya Nusantara. Di saat yang sama, hal ini memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui seni dan musik tradisional kepada masyarakat Amerika Serikat dan komunitas internasional.
Bagi Indonesia, gamelan yang bergema di tengah gurun Arizona bukan sekadar musik, melainkan representasi identitas bangsa yang terus hidup, dikenang, dan diapresiasi lintas negara dan generasi.(*)




