Petani Sukoharjo Dapat Bantuan 49 Unit Alsintan

oleh -140 views

SUKOHARJO – Petani Sukoharjo, Jawa Tengah mendapat Bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) sebanyak 49 unit. Bantuan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pola pertanian integrated farming atau penggabungan pola tani, perikanan dan peternakan dalam satu kawasan (Food Estate).

Alsintan yang diserahkan sebanyak 49 unit, berupa alat panen (combine harvester) 2 unit, traktor roda dua sebanyak 22 unit dan pompa air 25 unit.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini pemerintah sedang membangun pertanian integrasi food estate di sejumlah daerah. Food estate sendiri merupakan program dari beberapa macam komoditi yang ada, termasuk kebutuhan beras sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

“Mari kita ubah peradaban karena di Pulau Buru banyak sekali yang bisa dijadikan penggedor laju sektor pertanian. Saya akan terus mengawal dan mendukung segala upaya penanam di daerah ini,” kata Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menyatakan kesiapannya membantu food estate sesuai tupoksinya. Yakni berupa pupuk, alsintan, serta sarana dan prasana lainnya.

Bantuan alsintan misalnya, akan disalurkan kepada Poktan, Gapoktan, UPJA maupun Dinas dalam bentuk brigade alsintan.

“Sehingga dapat mengoptimalkan kerja alsin dan memonitornya dengan baik. Dengan bantuan alsintan, kita harapkan proses pengolahan lahan bisa cepat dilakukan,” tutur Sarwo Edhy.

Untuk membantu percepatan olah lahan, bila perlu dilakuakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengoperasian dan Pemeliharaan Alsintan. Pelatihan ini melibatkan penyedia Alsintan, seperti PT Yanmar, PT Gatra Nusantara, dan PT Rutan.

“Food estate ini harus dilaksanakan secara serius dan meminta peran Babinsa sebagai pengawal, mengawasi serta mendorong agar alsintan yang diserahkan oleh Kementan dapat digunakan secara optimal dalam pengolahan lahan,” jelas Sarwo Edhy.

Anggota DPR RI Eva Yuliana
Eva berharap bantuan itu bisa memacu hasil pertanian lebih berkualitas dan berkuantitas. Diharapkan pertanian di Sukoharjo lebih kuat lagi sebagai lumbung pangan di jawa tengah dan nasional.

“Pola integrated farming terbukti lebih efektif, apalagi dimasa pandemi ini, petani harus lebih kreatif memaksimalkan hasil pertanian. Untuk mendukungnya, kami serahkan bantuan sejumlah alsintan pada petani Sukoharjo,” kata Eva.

Penyerahan juga disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti. Alsintan tersebut diberikan dan akan dikelola oleh kelompok tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Kepala Dispertan Sukoharjo Netty Harjianti, mengatakan target pertanian modern di Sukoharjo bisa segera terealisasi merata di seluruh Sukoharjo.

“Alsintan mendorong petani untuk mampu meningkatkan produksi, mempercepat proses tanam, proses panen sehingga luas tambah tanam bisa meningkat satu tahun mendatang,” kata Netty.