Sulawesi Tengah Perkuat IPDMIP dengan Sinergitas dan Koordinasi

oleh -107 views

SULAWESI TENGAH – Agar pelaksanaan kegiatan lebih maksimal, pengelola Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) di Sulawesi Tengah memperkuat sinergitas dan koordinasi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan koordinasi yang baik akan menghasilkan hasil yang baik juga.

“Kegiatan IPDMIP bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian di daerah irigasi. Agar tujuan tersebut tercapai, dibutuhkan kerjasama dan koordinasi,” tuturnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan petani tidak boleh hanya mengetahui tanam dan panen.

“Kemampuan dan pengetahuan petani harus ditingkatkan. Ada kegiatan off farm dan on farm yang juga wajib mereka kuasai. Lewat IPDMIP, petani akan mendapatkan itu,” ujarnya.

Koordinasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka untuk lebih memaksimalkan kegiatan IPDMIP. Pada Pertemuan Koordinasi pengelola IPDMIP Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Trie Iriany Lamakampali, berharap semua pengelola kegiatan IPDMIP dapat mendiskusikan isu-isu penting dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan.

“Serta membahas upaya-upaya pemecahannya secara bersama-sama,  mengkoordinasikan rencana kegiatan setiap tahun selama proyek berlangsung, serta memastikan pelaksaan kegiatan 2021 berjalan lancar di lapangan,” katanya.

Ditambahkannya, kunci keberhasilan program yang telah direncanakan berdasarkan AWPB tidak lepas peran dari pada pemangku kepentingan. Dalam hal ini, pejabat yang bertanggunjawab langsung terhadap kegiatan, mulai dari pengalokasian anggaran pengawalan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan aturan yang ada serta memastikan serapan anggaran sesuai dengan NPHD masing-masing daerah.

“Dengan demikian pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai target yang pada akhirnya program memberikan manfaat dan dampak yang positif bagi petani di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Tolitoli, Poso, dan Banggai, yang mendapatkan alokasi anggaran IPDMIP,” katanya.

Hadir dalam kegiatan Pertemuan Koordinasi tersebut, Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Penyuluhan, BPTP Sulawesi Tengah, BBI Sulawesi Tengah, Tim Leader Konsultan IPDMIP Regional 6, TA Kabupaten dan Konsultan OGO Sulawesi Tengah.

Selain itu, hadir juga perwakilan Kabupaten Pelaksanaan Kegiatan IPDMIP di Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Banggai 5 orang, Kabupaten Poso 5 orang dan Kabupaten Tolitoli 5 orang.

Nasruddin selaku Deputi Manager IPDMIP PPIU Sulawesi Tengah manyampaikan supaya DPIU bisa memaparkan secara utuh perihal kegiatan IPDMIP di daerah dari aspek tantangan dan upaya penanganan masalah.

Lebih dari itu beliau juga berharap kiranya ada proses pembelajaran yang bagus antar pengelola IPDMIP dalam melaksanakan kegiatan.

Menyambung hal tersebut, Jumrawati selaku Manager PPIU IPDMIP Sulawesi Tengah mengatakan dari koordinasi ini pengelola dapat memahami alur kegiatan project sehingga memiliki visi dan pemahaman yang sama dalam mensukseskan kegiatan IPDMIP di daerah masing-masing.

Pada acara inti Pertemuan koordinasi IPDMIP Sulawesi Tengah secara bergantian PPIU dan DPIU memaparkan progress capaian 2020, Strategi pelaksanaan IPDMIP 2021 dan rencana kegiatan tahun 2022. Dari pemaparan yang ada maka seharusnya IPDMIP bisa berjalan denga lebih baik untuk tahun dan tahap-tahap berikutnya.

Hal ini disampaikan oleh Team Leader Konsultan Regional 6 Abu Thalib. Dalam pemaparannya merangkum hasil Koordinasi bahwa IPDMIP memiliki kekuatan dan peluang untuk sukses dan berhasil.

“Kekuatan utama dari IPDMIP adalah adanya SDM yang cukup memadai (Pengelola, Penyuluh, Staff Lapangan) dan adanya supporting dari Konsultan (Regional, OGO dan Korkab). Kekuatan lain yang bisa menjadi pemicu keberhasilan IPDMIP di Sulawesi Tengah adalah dukungan penuh serta sinergitas PPIU dalam hal memfasilitasi DPIU untuk pelaksanaan kegiatan di Daerah,” tuturnya.

Menurutnya, IPDMIP juga memiliki peluang yang besar dalam proses perbaikan kinerja dan memberikan manfaat kepada Rumah Tangga Pemanfaat (RTP) pada tahun 2021 dan 2022.

Indikator peluang itu menurut TL Regional 6 adalah saat ini masih banyak petani di wilayah Daerah Irigasi yang belum di intervensi dengan kegiatan IPDMIP. Selain itu, petani juga membutuhkan benih yang berkualitas serta keterbaharuan informasi dan teknologi usaha tani.

“Adanya kekuatan dan peluang tersebut tidak menutup kemungkinan terdapat kelemahan dan ancaman terhadap kegiatan IPDMIP,” katanya lagi.

Lebih lanjut Abu Thalib menyampaikan dari proses kegiatan tahun 2019 dan 2020 terdapat pembelajaran bahwa tantangan pelaksanaan kegiatan IPDMIP seperti adanya pergantian pengelola akan mengakibatkan masa jeda dan butuh proses penyesuaian; selain itu adanya refocusing anggaran juga akan memerlukan waktu untuk penyesuaian anggaran sehingga bisa memperlambat progess IPDMIP di daerah.

Dengan adanya tantangan tersebut, Konsultan regional 6 kembali mengingatkan akan sinergitas semua komponen pelaku IPDMIP dapat bekerja sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan IPDMIP sehingga kegiatan bisa berjalan dengan benar dan tidak menimbulkan efek yang tidak diharapkan dikemudian hari.(NS/EZ)