JAKARTA – Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, resmi mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua Umum KONI DKI Jakarta. Pengambilan formulir dilakukan di Kantor KONI DKI Jakarta, Tanah Abang, Jumat (26/12/2025).
Formulir pendaftaran tersebut diambil oleh Fordi Shinab, tim sukses Achmad Azran sekaligus pengurus cabang olahraga IBCA MMA DKI Jakarta. Langkah ini menegaskan keseriusan Achmad Azran yang akrab disapa Bang Azran untuk maju dalam bursa pemilihan Ketua Umum KONI DKI Jakarta.
Keseriusan Bang Azran mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh olahraga. Ketua PABERSI Provinsi DKI Jakarta, Kemal Nasution, menilai pencalonan Bang Azran sebagai angin segar bagi olahraga ibu kota.
“Ini menunjukkan Bang Azran tidak setengah-setengah maju sebagai calon Ketua Umum KONI DKI. Ini kabar baik bagi olahraga DKI Jakarta. Bang Azran sosok yang bersih, ibarat kertas masih putih dan tidak terkontaminasi kepentingan apa pun. Ia akan memimpin KONI DKI dengan tulus,” ujar Kemal.
Dukungan juga datang dari Ketua PSAWI DKI Jakarta, Laksamana Madya TNI Irvansyah, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia. Ia menilai Bang Azran memiliki visi yang berpihak pada seluruh cabang olahraga. Hal ini ditegaskan Irvansyah saat kunjungan silaturahmi Bang Azran ke Bakamla, beberapa waktu lalu.
“Harapannya ke depan seluruh cabang olahraga mendapat perhatian yang adil dan merata, termasuk cabang olahraga yang selama ini kurang mendapat sorotan. Pembinaan cabor non-favorit juga harus dipikirkan. Saya melihat program Bang Azran cukup jelas dan menjawab kebutuhan atlet,” kata Irvansyah.
Sebagai putra asli Betawi, Bang Azran menegaskan dirinya maju dengan target yang jelas dan terukur, yakni mengantarkan DKI Jakarta kembali menjadi juara umum pada PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
“Sebagai putra asli Jakarta, saya pertaruhkan reputasi saya demi Jakarta tercinta,”kata Bang Azran. Bang Azran menjelaskan bahwa visinya adalah menjadikan Jakarta sebagai barometer olahraga nasional berbasis sport science. Menurutnya, pembinaan olahraga harus bertransformasi dengan mengintegrasikan teknologi, analisis data, dukungan medis olahraga, nutrisi, serta penguatan psikologi atlet agar mampu bersaing di level tertinggi.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara lama. Pembinaan harus berbasis sport science, terukur, dan berkelanjutan. Atlet dan pelatih harus naik kelas,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Bang Azran menekankan pentingnya pemusatan latihan daerah yang dilakukan lebih awal, lebih ketat, dan kompetitif, disertai sistem evaluasi agar hanya atlet terbaik yang dipersiapkan menuju PON.
“Pelatda harus dimulai lebih dini dan dijalankan secara kompetitif. Yang berangkat ke PON adalah atlet terbaik, bukan karena kedekatan atau kepentingan,” kata Bang Azran.
Dia juga menegaskan bahwa kesejahteraan atlet dan pelatih menjadi fondasi utama prestasi. Menurutnya, atlet tidak boleh lagi dipaksa berprestasi dalam kondisi kesejahteraan yang tidak layak.
“Saya tidak mau voter memilih saya seperti membeli kucing dalam karung. Hak atlet dan pelatih harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai mereka dizalimi,” tegasnya.
Jika terpilih, Bang Azran berkomitmen meningkatkan honor atlet dan pelatih, menyediakan dana talangan di awal tahun sebelum dana hibah cair, serta memberikan jaminan kesehatan dan dana pensiun bagi atlet dan pelatih berprestasi.
“Dengan kesejahteraan yang terjamin, atlet bisa fokus mengejar prestasi. Tugas KONI adalah memastikan itu,” ujarnya.
Selain itu, Bang Azran juga berencana meningkatkan jam terbang atlet melalui kolaborasi dan keikutsertaan dalam kejuaraan serta try-out internasional, sekaligus membangun tata kelola KONI DKI Jakarta yang modern, transparan, dan akuntabel.
“Dengan pembinaan yang modern, manajemen yang bersih, dan dukungan semua pihak, saya yakin Jakarta bisa kembali berjaya di PON 2028. Pembinaan harus berbasis sport science, terukur, berjenjang, dan berkelanjutan. Untuk itu, secara rutin dan berkesinambungan akan dilaksanakan Pekan Olahraga Kota (PORKOT) dan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) sebagai ajang evaluasi dan seleksi atlet menuju PON yang selama ini terabaikan,” ujar Bang Azran.
Bang Azran juga menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola pendanaan KONI DKI yang optimal, transparan, dan akuntabel guna menopang peningkatan prestasi olahraga Jakarta, dengan sumber pendanaan yang tidak hanya bergantung pada APBD tetapi juga dari BUMN, BUMD, dan sektor swasta.
Bang Azran menyatakan telah menjalin komunikasi awal dengan sejumlah pihak ketiga untuk mendukung pembinaan olahraga prestasi, serta merancang skema pendanaan berbasis klaster pembinaan, yakni sekitar Rp2 miliar per tahun bagi cabor juara umum PON, Rp1,5 miliar per tahun bagi cabor Olympic Sports, dan maksimal Rp1 miliar per tahun bagi cabor non-Olympic, disertai program Bapak Angkat dari pihak ketiga sesuai prioritas, bantuan Rp3 miliar per tahun untuk KONI Wilayah dalam pembinaan usia dini, serta Rp500 juta bagi badan fungsional untuk program talent scouting, dengan seluruh pendanaan wajib berbasis proposal, target prestasi terukur, laporan pertanggungjawaban, dan diaudit secara terbuka setiap tahun oleh BPK, BPKP, serta Kantor Akuntan Publik.





