Angkat Desa Wisata Kampung Tobati Kota Jayapura, Kemenparekraf Hadirkan Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Wisata

oleh -2,040 views

Kota Jayapura – Kampung Tobati di Distrik Jayapura Selatan merupakan salah satu desa wisata di Papua yang memiliki keunikan tersendiri. Nama Tobati diambil dari kata tab yang berarti matahari dan badic (naik atau terbit). Suku Tobati yang mendiami kampung tersebut memiliki kepercayaan pada leluhur mereka bahwa orang-orang tua masa lalu menyatu dengan alam dan matahari dianggap sebagai Tuhan atau Yang Maha Kuasa.

Kampung ini seringkali disebut-sebut mirip dengan Bora-Bora di Polinesia yang amat tersohor. Siapa sangka bila di Indonesia Timur juga ada tempat yang tak kalah indahnya? Kampung Tobati berada di Teluk Youtefa dan di kampung ini wisawatan dapat melakukan berbagai aktivitas, dari ekowisata bakau, mengunjungi situs prasejarah, mengunjungi beberapa objek wisata, menyaksikan aktivitas masyarakat, dan tak lupa mencicipi kuliner yang khas.
Orang Tobati, yang terdiri dari 12 suku, masih mempertahankan kampung nenek moyang mereka di kawasan Yotefa, Kota Jayapura, Papua. Meski demikian, saat ini hanya ada 48 keluarga yang mendiami rumah-rumah moyang mereka itu, sedangkan sebagian besar lainnya tinggal di wilayah daratan, antara lain di Hamadi, Entrop, dan Kotaraja (Jayapura).

Kampung Tobati merupakan tempat peradaban pertama masuknya Pemerintahan (7 Maret 1910) Agama Kristen (10 Maret 1910) di mettu debi. Dari Kampung Tobati dimulailah perjalanan pembentukan pemerintahan dan misi pekabaran injil di Tanah Tabi atau Negeri Matahari Terbit.

Untuk mendukung potensi desa wisata yang luar biasa, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Badan Intelejen Negara (BIN), Dinas Pariwisata Provinsi Papua, Bappeda Provinsi Papua, Dinas Pariwisata Kota Jayapura dan Papua Muda Inspiratif (PMI) menghadirkan Bimbingan Teknis Pengembangan Destinasi Wisata di Desa Wisata Kampung Tobati, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada hari Kamis tanggal 14/07/2022.

Sejalan dengan arah pandang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam pengembangan destinasi wisata harus mengimplementasikan Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi untuk menjadi destinasi yang berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsensius Jemadu mengungkapkan kesadaran komitmen Kampung Wisata Tobati harus terbangun untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi untuk keberkelanjutan lingkungan dan manfaat bagi masyarakat dengan semangat Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), serta Gaspol (Gali Semua Potensi Lokal dan Lapangan Kerja). “Pentingnya kesadaran komitmen untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkualitas perlu dibangun oleh stakholder di Desa Wisata Kampung Tobati.” Ucap Vinsen.

Direktur Pengembangan Destinasi II, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wawan Gunawan memberikan sambutan sekaligus membuka acara mewakili Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Vinsensius Jemadu mengapresiasi kepada Desa Tobati yang masuk sebagai 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2022 mewakili Provinsi Papua. Ia menjelaskan bahwa beliau harus hadir secara raga, rasa, rasio, dan ruh di Kampung Wisata Tobati. “Dengan hadirnya Kemenparekraf disini merupakan salah satu bukti keberpihakan pemerintah pusat kepada Kampung Tobati. Saya harap Kampung Wisata Tobati dapat memberikan nilai tambah dari kekhasan kampung sehingga diharapkan juga dapat menambah nilai ekonomi.” Kata Wawan.

Pemerintah Provinsi Papua dan Kota Jayapura dapat mengimplementasikan Sinergitas Pusat dan Daerah berbasis Inovasi, Adaptasi, Kolaborasi) untuk mewujudkan destinasi berkualitas, terintegrasi, dan berkelanjutan di Papua melalui sinergitas pembangunan lewat program Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik serta pendampingan dan dukungan lainnya dalam upaya percepatan pengembangan destinasi lainnya selain di Kampung Wisata Tobati, tambah Wawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Benoni Mano dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi untuk kedatangan tim Kemenparekraf yang hadir di Kota Jayapura. Ia mengungkapkan dengan penobatan Kampung Tobati sebagai desa/kampung wisata, Kampung Wisata Tobati diharapkan dapat menyajikan apa yang ingin dilihat oleh wisatawan, apa yang ingin dinikmati wisatawan (seperti makanan), dan apa yang bisa dibawa pulang oleh wisatawan. Wisatawan dapat diajak keliling kampung dan menikmati makanan khas Kampung Wisata Tobati. “Kunci utama untuk membangun Kampung Wisata Tobati adalah “Hen Tecahi” atau “satu hati”” Kata Matias.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini diikuti sebanyak 100 peserta dari para pelaku sektor parekraf. Selain Bimbingan Teknis Kemenparekraf memberikan dukungan 1 Buah Papan Sapta Pesona, Wastafel Cuci Tangan, Alat Kebersihan (Tempat Sampah, Sapu Lidi, Serokan Sampah).

Dalam bimbingan teknis ini menghadirkan narasumber Tenaga Ahli Bidang Kepariwisataan, Han Wisnu Wardoyo, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onisimus Dangeubun, Spesialis Media Sosial, Papua Muda Inspiratif, Aksamina Woisiri, yang dipandu moderator oleh Yoel V. Wamafma dari Bappeda Provinsi Papua.

Dalam paparannya Tenaga Ahli Pariwisata, Han Wisnu Wardoyo membeberkan pentingnya unsur Sapta Pesona mencakup Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan. Permasalahan utama pariwisata di Papua itu umumnya adalah masalah keamanan dan kebersihan. Strategi penciptaan keamanan adalah dengan menciptakan sense of belonging seperti penciptaan lapangan kerja di desa wisata dan sadar bahwa kemananan dapat meningkatkan ekonomi untuk menghilangkan bentuk ancaman keamanan mencakup perang, terorisme, kriminalitas, kerusuhan, COVID-19, dan peredaran narkoba.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onisimus Dangeubun menceritakan kisah suksesnya membangun Desa Wisata di Kabupaten Biak Numfor. Kampung Wisata seperti Kampung Samberpasi dan Kampung Binsar mendapatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kampung Samberpasi sampai 53 orang di Tahun 2021. Kampung selanjutnya adalah Kampung Binsari yang memiliki Daya Tarik Wisata (DTW) Goa Jepang. Kampung ini kerap kali dikunjungi wisatawan mancanegara. Kabupaten Biak Numfor saat ini sudah memiliki cenderamata khas resmi berupa boneka yang dibuat secara lokal dan dijual ke wisatawan mancanegara.

Selanjutnya paparan oleh Papua M48uda Inspiratif, Aksamina Woisiri beliau memberikan motivasi dan ilmu pemasaran destinasi wisata melalui sosial media. Ia menceritakan bahwa media sosial juga dapat digunakan untuk bisnis online seperti mempromosikan Kampung Wisata Tobati agar semakin banyak wisatawan yang datang ke kampung, berjualan paket wisata, kuliner, barang, dll. Zaman sekarang, mayoritas masyarakat pasti memiliki media sosial mulai dari Facebook, Instagram, Whatsapp, dan TikTok. Masyarakat Kampung Tobati bahkan bisa mendapatkan penghasilan dari media sosial seperti mengurus media sosial destinasi wisata dan lainnya.***

No More Posts Available.

No more pages to load.