Desa Wisata Jadi Pintu Masuk Kemenparekraf Reaktivitasi Pariwisata Nasional

oleh -122 views

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong reaktivitasi pariwisata Bali. Tak hanya Bali, perhatian juga diberikan kepada lima destinasi wisata super prioritas lainnya di antaranya Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika dan Labuan Bajo.

Dalam kerangka tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf menyelenggarakan “Business Gathering Pelaku Desa Wisata dan Industri Pariwisata Pasar Domestik yang dilaksanakan pada Rabu 23 Juni 2021 di Royal Pitamaha. Selain itu juga akan diselenggarakan kegiatan “Perjalanan Wisata Pengenalan Desa Wisata untuk Pasar Domestik” yang dilaksanakan pada 23-26 Juni 2021.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya menuturkan, untuk menggeliatkan kembali pariwisata Bali dan lima destinasi wisata super prioritas, lembaganya memilih untuk memperkuat posisi desa wisata. Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah berfokus dalam pemulihan dan reaktivasi pariwisata Bali.

Langkah pertama, Nia melanjutkan, tentu saja penguatan aspek pendukung di masa pandemi seperti implementasi Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainable (CHSE).

“Apalagi kita juga telah melaksanakan program vaksinasi. Jadi selain Bali, pemerintah juga berfokus pada pengembangan pariwisata di lima destinasi wisata super prioritas yang merupakan salah satu quick win Kemenparekraf/Baparekraf,” tutur Nia, Senin (21/6/2021).

Di sisi lain, ia melanjutkan, pemerintah juga ingin memulihkan pariwisata dari akar rumput yang terumuskan pada quick win lainnya yaitu pengembangan desa wisata. “Pengembangan desa wisata sebagai quick win Kemenparekraf/Baparekraf diharapkan dapat menaikkan geliat perekonomian desa wisata kembali yang telah merasakan dampak terbesar dikarenakan pandemi Covid-19,” papar Nia.

Nia menambahkan, realisasi program pengembangan desa wisata ini tentunya juga akan berimbas kepada pemasaran desa wisata yang hingga saat ini memerlukan pengenalan lebih baik kepada industri pariwisata maupun wisatawan Nusantara.

“Sehingga, perlu diadakannya kolaborasi baik dari pelaku desa wisata, industri pariwisata khususnya biro perjalanan wisata, dan media untuk sama-sama mengembangkan pemasaran desa wisata di Indonesia,” jelas dia. Pada tahap awal, kolaborasi ini akan direalisasikan dalam kegiatan pemasaran desa wisata untuk pasar domestik dengan memadukan kegiatan perjalanan wisata pengenalan ke desa wisata dan business gathering pelaku pariwisata di Bali.

Direktur Pemasaran Pariwisata Pasar Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Muh. Ricky Fauziyani menerangkan, kegiatan ini akan melibatkan beberapa stakeholder yang berkaitan dengan tema acara. Ia berharap kegiatan ini mampu mendorong kembali gairah dan minat wisatawan, khususnya domestik, untuk kembali melakukan perjalanan wisata.

“Adapun para peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan desa wisata di Bali, biro perjalanan wisata di Bali dan lima destinasi super prioritas, perwakilan dari Desa Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, perwakilan dari Desa Wisata Pentingsari dan media,” tutur Ricky.

Ia melanjutkan, kegiatan tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu business gathering yang mempertemukan pelaku pariwisata Bali dengan peserta perjalanan wisata pengenalan dan kegiatan akan dilanjutkan dengan perjalanan wisata pengenalan (familiarization trip) untuk biro perjalanan wisata, pelaku desa wisata, serta media dari lima destinasi.

“Sementara tujuan kegiatan ini ada tiga sasaran yaitu mengenalkan produk desa wisata secara langsung kepada industri pariwisata dan media menginisiasi dan mendorong kolaborasi pemasaran desa wisata untuk pasar domestik dan mendorong pergerakan wisatawan Nusantara,” ujar Ricky.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.