SIMALUNGUN – Agar dapat lebih banyak menarik minat pengunjung, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak pelaku usaha sektor kuliner di Simalungun untuk meningkatkan kreativitas.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis Gerakan Usaha Kreatif Subsektor Kuliner dengan tema Usaha Kolektif Kuliner Kreatif di Kabupaten Simalungun dan Sekitarnya.
Kegiatan dilakukan di Hotel Khas Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (20/7/2022), dan diikuti 100 orang santri sebagai peserta.
Sebagai narasumber, Kemenparekraf menghadirkan Ravita Datau, dari Gastronomy Culture & Tourism Expert dan Komite Jalur Rempah, serta Erwin David Tamba, chef Hotel Ayola Dolok Sanggul.
Frianty Kartika Widhi, Subkoordinator Edukasi IB Kemenparekraf, menyampaikan, berdasarkan data, subsektor kuliner menyumbang Rp455,44 triliun atau sekitar 41% dari total PDB ekonomi kreatif sebesar 1.134,9 triliun pada tahun 2020. dan menjadi subsektor yang menyerap tenaga kerja paling banyak.
“Kuliner menyerap 9,5 juta tenaga kerja dan dampak besar di sektor kuliner ini terasa di segala bidang dari perekonomian Indonesia,” katanya.
Frianty menambahkan, sesuai tugas dan fungsi Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif di bawah Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pelaku ekonomi kreatif, maka kegiatan Bimtek Gerakan Usaha Kreatif merupakan salah satu upaya untuk membangkitan perekonomian nasional dengan meningkatkan kreatifitas, inovasi dan kolaborasi.
Muhammad Ichsan, Ketua Pengurus Gema Santri Nusantara Provinsi Sumatera Utara, mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf karena telah mengikutsertakan santri di berbagai pondok pesantren di Sumatera Utara untuk mengikuti Bimtek ini.
“Kita berharap para santri mendapat tambahan wawasan tentang usaha kreatif yang nantinya bisa diaplikasikan untuk meningkatkan ekonomi pada saat lulus dari pesantren,” jelasnya.
Dian Pratiwi, Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Simalungun, mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf karena telah menyelenggarakan Bimtek di Simalungun dan berharap bahwa seluruh peserta dapat mengikuti bimtek dengan baik dan tertib.
Direktur Pengembangan SDM Ekraf Kemenparekraf, Erwita Dianti, memberikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh undangan yang telah berpartisipasi.
“Kita berharap kegiatan bimtek ini dapat bermanfaat dan menambah keahlian di bidang masing masing,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, narasumber Ravita Datau dan Erwin David Tamba membekali peserta dengan melatih kreatifitas dalam menciptakan produk baru, memaksimal memanfaatkan bahan pangan lokal, mendorong kemampuan berinovasi, sehingga mampu bersaing di industri, serta melatih kemampuan berperan dan kerja kolaboratif.
Peserta juga melakukan kolaborasi untuk membuat sebuah resep baru dari bahan lokal, lalu dipraktikkan serta di presentasikan sehingga para peserta dapat memahami bahwa terdapat potensi kreatifitas yang sangat banyak untuk mengembangkan kuliner daerahnya menggunakan bahan lokal.





