Mahasiswa Poltekpar Palembang Diharapkan Angkat Kopi Sumsel ke Level Dunia

oleh -21 views

PALEMBANG – Mahasiswa Program Studi Tata Hidang di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang diharapkan bisa mengangkat kopi Sumatera Selatan ke level dunia. Apalagi, Bumi Sriwijaya memiliki lima varian kopi. Rasanya tidak kalah dari kopi-kopi lain di Indonesia.

Lima varian kopi asal Sumsel adalah Kopi Semendo yang berasal dari Kabupaten Muara Enim, kemudian Kopi Ranau dari OKU Selatan. Ada juga Kopi Dempo dari Kota Pagaralam, Kopi Besemah dari Lahat, dan Kopi Selangit dari Empat Lawang.

Direktur Poltekpar Palembang, Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par., CHE., didampingi Barita History Coffee, Burlian Muhazan yang juga Duta Kopi Sumsel mengatakan, peranan mahasiswa menjadi penting untuk kopi daerah.

“Mereka menjadi insan pariwisata baru di Food and Beverage, apalagi bicara soal kopi yang memang dipelajari oleh mahasiswa Tata Hidang. Mereka harus berani mengangkat dan mengekspolrasi keunggulan kopi yang ada di Sumsel,” ungkap Zulkifli usai ‘Guest Lecture: Coffee Talk’ di Auditorium Gedung H Poltekpar Palembang, Selasa (8/10/2019).

90 persen kopi di Sumsel adalah robusta dan 10 persen arabika. Bahkan di Pagaralam dan Muara Enim, lahan kebun kopi mencapai 236.000 hektar. Sumsel merupakan kawasan kebun kopi terluas di Indonesia. Perdagangan kopi Sumsel pun sangat luas. Ke luar kota hingga mancanegara.

“Namun kendala lain yaitu kualitas yang sangat penting ditingkatkan. Kualitas yang rendah dikhawatirkan berdampak pada harga jual kopi itu sendiri. Kita mendorong mahasiswa untuk mencintai kopi daerah agar mereka mengeksplorasi keunikan khas Sumsel, dan mengangkat perekonomian masyarakat,” katanya.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kopi sudah seperti identitas buat Indonesia. Kementerian Pariwisata juga kerap mengenalkan kopi-kopi nusantara ke luar negeri.

“Kopi Indonesia sering mendapat pujian karena rasanya yang nikmat. Dalam berbegai aktivitas di luar negeri seperti sales mission, Kemenpar juga sering memperkenalkan kopi nusantara. Kita berharap semakin banyak kopi nusantara yang bisa diperkenalkan keluar negeri, termasuk kopi Sumsel,” papar Menteri asal Banyuwangi itu. (*)