Menparekraf Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Berinovasi

oleh -1,928 views

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak para pelaku sektor ekonomi untuk terus berinovasi dan membuka banyak lapangan kerja.

Hal itu disampaikan Sandiaga Uno dalam Bimbingan Teknis Temu Teman Insan Kreatif (TEMATIKA) bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor Kuliner (Barista), di Hotel Mercure Batavia Jakarta Barat, Senin (8/8/2022).

Kegiatan ini diikuti 100 peserta, terdiri dari pelaku Ekonomi Kreatif/UMKM di Pulo Kambing, Jakarta Timur, dengan narasumber Rabika Fakabir.

Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, salah satu dampak pandemi bagi tenaga kerja khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yaitu kurang bahkan hilangnya kesempatan bekerja.

“Merespons hal tersebut, kita harus optimis dan bangkit, dengan melakukan berbagai inovasi khususnya bagi generasi muda dalam mencari lapangan pekerjaan,” katanya.

Sandi Uno menambahkan, krisis yang dipicu oleh Covid-19 telah memaksa untuk melakukan inovasi dan menjadi kreatif.

“Yang dilakukan Kemenparekraf adalah melalui strategi Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi dengan semangat 3G, atau Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), Gaspol (Garap Semua Potensi Lapangan Kerja),” ujarnya.

Ia memaparkan, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah. Sementara kontribusi UMKM terhadap perekonomian indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi.

“Namun, tingginya jumlah UMKM di Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan yang ada,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada 3 subsektor ekonomi kreatif yang paling banyak berkontribusi pada PDB ekonomi kreatif adalah kuliner sebanyak 41.47%, fesyen sebesar 17.68%, dan kriya sebesar 14,99%.

“Kemenparekraf sendiri melakukan percepatan pemulihan dan peningkatan produktivitas sektor Parekraf melalui upskilling (peningkatan kompetensi) reskilling (penguatan kompetensi) dan new sklling (penambahan kompetensi baru) diharapkan mampu menciptakan peluang kerja dan peluang usaha bagi SDM pelaku sektor parekraf serta mempersiapkan SDM Parekraf yang berkompeten,” jelasnya.

Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, Erwita Dianti, menjelaskan bisnis warung kopi, atau istilah kerennya coffee shop, tidak akan mati.

“Karena, kopi sudah sangat mendarah daging di masyarakat Indonesia bahkan di dunia. Apalagi dewasa ini terjadi perubahan cara masyarakat Indonesia dalam minum kopi bukan lagi sekadar rutinitas harian dalam rumah tangga dan menjamu tamu, melainkan sudah menjadi gaya hidup,” jelasnya.

️Melalui Bimtek ini diharapkan peserta siap menjadi barista dan mampu mengelola, sekaligus mengembangkan usaha gerai kopi racikan sendiri.

Sementara Kepala Suku Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Timur, Ahmad Gozali, menjelaskan biji kopi yang tumbuh di Indonesia, pada dasarnya hanya terdiri atas tiga macam, yaitu biji kopi arabika, robusta, dan  liberika.

Koordinator Edukasi II, Jemmy Alexander, berharap melalui  Bimtek ini pelaku usaha lebih paham pentingnya Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi.

“Serta untuk optimalisasi dukungan dalam menjalankan bisnisnya lebih baik dan berkembang pesat,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan kapasitas SDM Ekonomi Kreatif,  Subsektor Kuliner (Barista) untuk mengolah kopi kekinian.

No More Posts Available.

No more pages to load.