Misi Penjualan Pasar Nusantara Kemenparekraf di Batam Happy Ending

oleh -69 views

BATAM – Rangkaian kegiatan Misi Penjualan Pasar Nusantara yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), mencapai puncaknya di Batam. Kegiatan ini mampu menggairahkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19.

Selain di Batam, rangkaian kegiatan Misi Penjualan Pasar Nusantara juga digelar di beberapa kota di Tanah Air, yaitu Yogyakarta, Medan, Bandung, Malang, juga Padang.

Di Batam, event diselenggarakan di Mega Mall Batam Center. Kegiatan ini mampu menumbuhkan kepercayaan wisatawan untuk kembali melakukan perjalanan wisata ke berbagai destinasi di Tanah Air, khususnya Kota Batam.

Kemenparekraf/Baparekraf juga telah melakukan berbagai hal untuk menjamin keamanan dan keselamatan wisatawan saat berwisata. Hal itu ditandai dengan peluncuran program BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) serta CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental) yang merupakan pedoman bagi pelaku wisata, destinasi dan wisatawan saat berada di obyek wisata. 

Tumbuhnya keyakinan wisatawan untuk kembali berwisata ditandai dengan ramainya Pameran Misi Penjualan Pasar Nusantara dikunjungi oleh masyarakat untuk melakukan transaksi wisata. Langkah nyata Kemenparekraf/Baparekraf ini mendapat apresiasi berbagai pihak. Salah satunya datang dari Pemerintah Kota Batam.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, mengajak semua pihak untuk bersyukur karena geliat pariwisata di Kota Batam masih menunjukkan tanda-tanda positif.

“Mari kita bersyukur di tengah-tengah pandemi seperti ini pariwisata kita mampu bangkit kembali. Sedikit saya ceritakan bahwa kegiatan sales pasar Nusantara ini ada di beberapa kota dan daerah dan mendapat apresiasi masyarakat,” kata Vinsensius Jemadu, Minggu (28/11/2020).

Vinsensius Jemadu melanjutkan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Batam.

“Tidak lain event ini sebagai upaya untuk membangkitkan semangat pelaku usaha wisata. Ini adalah upaya yang dilakukan pemerintah pusat untuk memberi dukungan penuh agar destinasi wisata di daerah kembali mendapat kepercayaan wisatawan. Percayalah di akhir sebuah terowongan ada seberkas cahaya untuk menuntun kita kepada keberhasilan,” katanya. 

Dalam kesempatan ini, pria yang akrab disapa VJ itu berharap semua pihak, baik pelaku usaha maupun wisatawan, menjadi garda terdepan menekan penyebaran Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Dua hari lalu saya berbicara dengan para Duta Besar Indonesia di Malaysia, Singapura Thailand, Filipina, Australia dan New Zealand. Ternyata masyarakat atau wisatwwan  yang pergi keluar ke daerah itu menginginkan kunjungan ke destinasi yang low risk,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata menambahkan, sebagai destinasi wisata, secara geografis Batam berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

“Tahun 2019 kami mampu menggaet hampir 2 juta wisatawan. Kalau digabung dengan Kepulauan Riau mungkin kami berada di posisi kedua setelah Bali. Semua pihak berkontribusi,” ujarnya.

Saat Covid-19 melanda, pariwisata Batam terdampak cukup serius. Beruntung Kemenparekraf/Baparekraf memberikan dukungan penuh.

“Dukungan dari Kemenparekraf, asosiasi dan stakeholder lainnya membuat kami mampu bertahan dan event Misi Penjualan Pasar Nusantara ini membuat kami bangkit kembali,” katanya. 

Koordinator Pemasaran Regional 1 Area 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat menuturkan, pemerintah selalu berupaya keras agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tak terlampau jauh terpuruk imbas Covid-19.

“Bapak Presiden sudah mengatakan bahwa ada dua hal yang sangat urgent dan penting yaitu kesehatan masyarakat secara keseluruhan dan juga pertumbuhan ekonomi. Maka instruksi beliau adalah gas rem ini untuk mencari keseimbangan,” tuturnya.

Menurut Taufik, saat ini Kemenparekraf/Baparekraf fokus pada pasar wisata domestik lantaran pasar wisatawan mancanegara belum dibuka. Di sisi lain, pergerakan wisatawan di dalam negeri akan menghidupkan sektor perekonomian masyarakat.

“Program kami di akhir tahun itu banyak kepada penjualan untuk pergerakan domestik, khususnya mengantisipasi liburan akhir tahun,” ujarnya. (*)