Optimalisasi Pasar Domestik, Poros Destinasi Magelang-Purworejo Siapkan Paket Wisata Premium

oleh -507 views

MAGELANG – Paket wisata premium akan dihadirkan di poros destinasi wisata Magelang-Purworejo. Potensi wisata alam, budaya, dan buatan keduanya sangat luar biasa. Kebijakan tersebut juga sebagai jawaban atas potensi market premium domestik. Slotnya kompetitif, apalagi program CHSE (Cleanlinnes, Health, Safety, Environment Sustainability) diterapkan destinasi.

Besarnya potensi pasar premium domestik disampaikan dalam program Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi CHSE, Kamis (12/11). Lokasinya di Atria Hotel, Magelang, Jawa Timur. Bimtek dan Sosialisasi CHSE diikuti 100 orang peserta. Rinciannya, masing-masing 50 nama dari Magelang dan Purworejo. Mereka adalah pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di jalur Goa Seplawan-Mendut-Pawon-Borobudur.

“Kami harus mengoptimalkan potensi besar pasar potensial domestik. Sebab, ada jutaan orang Indonesia yang suka berwisata ke luar negeri dan posisinya tertahan di dalam negeri. Mereka tidak bisa ke mana-mana karena pandemi Covid-19. Untuk itu, kami akan membuat paket wisata premium bagi mereka,” ungkap Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jawa Tengah Purwanto.

Hingga awal September 2020, sedikitnya ada 59 negara yang melarang arus masuk warga Indonesia. Pintu negara tersebut diantaranya, Amerika Serikat, Selandia Baru, Italia, Spanyol, Afrika Selatan, dan Malaysia. Lebih ketat lagi, Indonesia sejak awal memilih menutup akses masuk seluruh negara. Puwanto menambahkan, destinasi lokal khususnya poros Magelang-Purworejo menawarkan banyak sisi eksotis.

“Nantinya paket-paket premium ini akan kami tawarkan kepada mereka. Bagaimanapun, destinasi yang ada di sini sangat eksotis. Ada banyak experience yang bisa dinikmati wisatawan saat berada di poros destinasi Magelang-Purworejo. Pokoknya potensi mereka yang suka bepergian ke luar negeri dan kini tertahan di dalam negeri harus dioptimalkan. Potensi bisnisnya besar,” lanjut Purwanto lagi.

Arus ke luar wisatawan Indonesia memang sangat besar. Sepanjang 2019, sekitar 10,72 Juta wisatawan Indonesia bepergian ke luar negeri. Pergerakan tersebut membuat pasar outbound meningkat kompetitif 10%. Sebab, pergerakan outbound sepanjang 2018 ada di angka 9,75 Juta nama. Profilnya makin menarik karena pengeluaran mereka mencapai sekitar USD8,77 Miliar.

“Paket wisata premium harus ada di poros destinasi Magelang-Purworejo. Destinasi ini sangat luar biasa, lalu pangsa pasar premiumnya ada dengan profil kompetitif. Mereka kini sudah mulai mengalihkan perjalanan liburannya ke banyak destinasi di dalam negeri. Pariwisata juga sedang dipulihkan,” terang Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hari Santosa Sungkari.

Pariwisata menjalani beberapa tahapan penanganan menuju normal kembali. Setelah tanggap darurat Covid-19 selesai di 2020, fase pemulihan masuk ke zona New Normal. Sebab, ekonomi dunia mengalami masa pemulihan di sepanjang 2021. Artinya, industri pariwisata lebih mengoptimalkan potensi pasar wisatawan dalam negeri.

Pariwisata dunia diprediksi benar-benar pulih pada 2022. Pada fase ini, penetrasi bisa dilakukan ke pasar mancanegara. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, diantaranya mengoptimalkan pasar diaspora Indonesia. Pelaku industri pariwisata juga bisa memaksimalkan pasar Asia Tenggara dan Australia. Opsi lainnya baru mengembangkan pasar ke Eropa dan Amerika.

“Dalam situasi seperti saat ini, pasar dalam negeri memang harus dimaksimalkan. Paket-paket wisata premium tentu menjadi formulasi ideal. Hanya saja, paket wisata premium khususnya di Magelang, Purworejo, dan Kulonprogo harus memiliki standardisasi. Sertifikasinya juga harus ada. Tujuannya, agar wisatawan nyaman dan percaya,” jelas Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Oni Yulfian.

Menjamin kualitas dan keamanan dari potensi Covid-19, sertifikasi sebelumnya menjadi syarat utama aktivasi sebuah destinasi wisata. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui destinasi untuk aktivasi. Sebagai awalan ada sosialisasi, penilaian mandiri, dan deklarasi mandiri. Pada fase penilaian, dilakukan pendaftaran online hingga diraih status kelayakan penilaiannya. Bila minor, ada potensi perbaikan lagi.

Usai melewati fase deklarasi mandiri, dilakukan verifikasi oleh Kemenparekraf/Baparekraf dan lembaga sertifikasi. Bila dinyatakan layak, destinasi baru mengajukan permohonan sertifikasi dan assessment oleh tim auditor. Untuk menjamin semuanya, lalu dilakukan visitasi tim. Bila semua aspek terpenuhi, baru sertifikasi diterbitkan dan dilanjutkan dengan labelling.

“Paket wisata premium jadi penawaran terbaik. Pola perjalanannya tentu akan kemas sagat menarik. Ada banyak sisi yang bisa diekplorasi oleh wisatawan selama berada di Magelang, Purworejo, bahkan Kulonprogo. Kualitasnya juga dijamin melalui standardisasi dan sertifikasi ketat,” papar Koordinator Destinasi Area I Pengembangan Destinasi Regional I Wijonarko.

Menjamin kenyamanan dan kualitas destinasi, pengawasan selalu diberikan. Untuk memberikan sebuah penilaian obyektif, Disporapar Jawa Tengah bahkan menggandeng netizen. Melalui program Netizen Journalism, penilaian pun digelar 16-31 Oktober 2020. Total ada 30 laporan yang diunggah melalui media sosial. Selain banyak pujian, ada juga kritik membangun yang diberikan oleh para netizen tersebut.

“Masih ada waktu untuk menyiapkan dan mendistribusikan paket wisata premium. Pangsa pasarnya sudah ada. Posisi mereka juga menunggu. Mereka butuh suasana berbeda karena selama ini jenuh oleh berbagai hal terkait dampak Covid-19. Secara kualitas,paket wisata premium dan destinasinya sangat bisa dipertanggungjawabkan,” tutup Sub Koordinator Area I A Pengembangan Destinasi Regional I Andhy Marpaung.(*)

No More Posts Available.

No more pages to load.