Wisata Sejarah Taman Bukit Siguntang Palembang Terapkan Protokol Kesehatan dalam Gerakan BISA Kememparekraf

oleh -462 views

PALEMBANG-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menginisiasi Gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, tepatnya di Wisata Religi Taman Bukit Seguntang, 5-6 September 2020

Direktur Kelembagaan Kemenparekraf Reza Fahlevi, Sabtu, mengatakan, kegiatan ini untuk mendorong pemulihan industri pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19.

“Program BISA merupakan kebijakan Kemenparekraf untuk mendukung protokol kesehatan di destinasi wisata,” kata Reza Fahlevi

Gerakan BISA, lanjut dia, merupakan upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap destinasi wisata dalam masuki era kehidupan baru.

“Program ini untuk mengakselerasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya. Ia optimistis gerakan ini akan mampu menekan laju penularan COVID-19 sepanjang diterapkan dengan sangat disiplin di Taman Bukit Seguntang ini

Oleh karena itu ia mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menerapkan secara sungguh-sungguh protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Hendry Noviardi, Koordinator Kelembagaan Regional II Kemenparekraf, menyampaikan pentingnya penerapan protokol kesehatan tersebut untuk meningkatkan daya saing pariwisata di masa protokol normal baru (new normal) ini.

“Berdasarkan data Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) tahun 2019 , Indonesia berada di urutan 102 dari 140 negara di sektor Health & Hygiene, dan urutan 80 dari 140 negara untuk Safety & Security. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama, untuk bisa meningkatkan daya saing tersebut, pelaku pariwisata harus siap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di era kebiasaan baru,” kata Hendry Noviardi saat menyampaikan sambutan

Untuk kepentingan itu, tambah Hendry, Kemenparekraf/Baparekraf menggelar acara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) khususnya bagi para pelaku usaha maupun konsumen di sektor pariwisata.

“Melalui Gerakan BISA ini, protokol CHSE diterapkan demi tujuan kebaikan bersama untuk menjaga kebersihan serta keselamatan sehingga semua pihak dapat melakukan kegiatan secara aman,” tambahnya

Kemenparekraf dalam program ini memberikan bantuan stimullus, mulai dari tempat mencuci tangan, cairan pembersih tangan, alat penyemprot disinfektan, alat untuk mengecat serta peralatan lain untuk bersih bersih

Anggota Komisi X DPR RI, H. Mustafa Kamal, S.S, menyampaikan juga pentingnya gerakan BISA dalam rangka mencari solusi untuk menghidupkan kembali dunia pariwisata yang mengalami kelesuan dalam masa pandemi ini

“Yang paling terpukul dalam situasi saat ini adalah sektor pariwisata, saat dimana kondisi pariwisata baik, iklim kondisi masyarakat juga akan berubah. Tapi kita bisa ambil hikmahnya, kita akan punya kebiasaan hidup yang baru di sektor pariwisata, dengan penerapan protokol kesehatan di setiap destinasi. Gerakan BISA ini sangat membantu destinasi wisata untuk menerapkan hal tersebut,” kata Mustafa Kamal

Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan mengajak semua pengelola destinasi wisata melakukan kehidupan baru dengan protokol kesehatan, phisical distancing salah satunya

“Gerakan BISA ini sangat bermanfaat di destinasi ini, apalagi dalam waktu dekat, bersama Disbudpar Kota Palembang mengajak pegiat sastra setempat menggelar berbagai kegiatan yang dapat menarik minat masyarakat untuk mengunjungi objek wisata alam dan sejarah destinasi ini,’ ungkap Aufa Syahrizal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel.

“Salah satu acara yang sedang disiapkan bersama pegiat sastra yakni lomba baca puisi dan menulis puisi perjuangan untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2020 mendatang. “Kegiatan ini akan mendatangkan banyak woisatawan, tentunya penerapan protokol kesehatan sangat diperlukan dalam kegiatan tersebut,” tegasnya

Dia menjelaskan, selain penerapan protokol kesehatan, Taman Bukit Seguntang secara bertahap juga akan terus dilakukan penataan dan penambahan fasilitas pendukung sehingga diharapkan dapat semakin menarik untuk dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara

Bukit Siguntang merupakan tempat yang dianggap suci dan penuh kharisma sejak abad 14-17. Di bukit ini terdapat makam keturunan Kerajaan Sriwijaya, antara lain Segentar Alam, Puteri Kembang Dadar, Puteri Kembang Selako, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus karang, Panglima Tuan Junjungan, Pangeran Raja Batu Api, dan Panglima Jago Lawang.

Bukit yang berada pada ketinggian sekitar 27 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12,8 hektar ini berlokasi di Jalan Srijaya Negara, Keluruhan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Sangat indah, tidak heran jika kawasan Bukit Siguntang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan religi, terutama mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya yang pernah menjadi pusat kegiatan agama Buddha di nusantara

No More Posts Available.

No more pages to load.