JAKARTA— Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran yang akrab disapa Bang Azran, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa longsor sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, yang menyebabkan korban jiwa dan menimbulkan luka bagi sejumlah pekerja serta warga di sekitar lokasi.
“Peristiwa ini adalah duka bagi kita semua. Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Bang Azran dalam keterangannya di Jakarta, Senin 9 Maret 2026.
Menurut Bang Azran, insiden di tempat pengolahan sampah terbesar yang menampung limbah dari wilayah Jakarta tersebut menjadi pengingat serius bahwa sistem pengelolaan sampah ibu kota harus segera diperbaiki secara menyeluruh.
Seperti diberitakan beberapa media, juga menyoroti bahwa peristiwa ini memicu kritik terhadap pengelolaan sampah Jakarta yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan mendasar.
“Tragedi ini tidak boleh hanya berhenti pada ungkapan duka. Kita harus menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan pembenahan serius dalam sistem pengelolaan sampah, baik dari sisi kebijakan, teknologi, maupun keselamatan kerja,” kata Bang Azran.
Pria asli Betawi ini menilai bahwa persoalan sampah Jakarta harus diselesaikan mulai dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan sampah rumah tangga dan penguatan kesadaran masyarakat menjadi langkah penting yang harus diperkuat.
“Kita harus mendorong gerakan pengurangan sampah dari sumbernya, memperkuat program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, serta memperluas peran bank sampah di lingkungan masyarakat agar sampah tidak semuanya berakhir di Bantargebang,” ujarnya.
Selain itu, Bang Azran juga mendorong percepatan penggunaan teknologi modern dalam pengolahan sampah, termasuk pengembangan fasilitas pengolahan terpadu dan teknologi pengolahan sampah menjadi energi agar volume sampah yang masuk ke Bantargebang dapat berkurang secara signifikan.
“Jakarta menghasilkan ribuan ton sampah setiap hari. Tanpa inovasi teknologi dan sistem pengelolaan yang modern, beban di Bantargebang akan terus meningkat dan berpotensi menimbulkan risiko baru di masa depan,” kata Bang Azran.
Ayah empat anak dan tiga cucu itu juga menegaskan pentingnya peningkatan standar keamanan dan keselamatan di fasilitas pengolahan sampah guna mencegah terjadinya kejadian serupa.
“Kita harus memastikan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya efektif tetapi juga aman bagi para pekerja dan masyarakat sekitar. Tragedi ini harus menjadi momentum perbaikan agar pengelolaan sampah di Jakarta menjadi lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan,” tutup Bang Azran.






