Banggai Perkuat SDM dengan Merekrut Staf Lapangan IPDMIP

oleh -48 views

BANGGAI – Dengan memanfaatkan peran Kostratani, Kabupaten Banggai merekrut staf lapangan IPDMIP. Dengan perekrutan ini, diharapkan kebutuhan tenaga penyuluh pertanian bisa tercukupi, khususnya di daerah-daerah irigasi. Proses perekrutan staff lapangan IPDMIP di Kabupaten Banggai baru dilakukan pada tahun 2021 ini.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan kehadiran penyuluh pertanian sangat dibutuhkan.

“Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Penyuluh adalah orang yang harus memastikan produksi pertanian bisa terus berlangsung,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, memperkuat statement tersebut.

“Kementerian Pertanian memberikan perhatian yang besar terhadap penyuluh. Bahkan, saat pertama kali menjabat Menteri Pertanian, hal pertama yang ditanyakan Mentan SYL adalah penyuluh,” terangnya.

Menurutnya, penyuluh harus memastikan agar produksi pertanian bisa berlangsung dan pangan mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Di Kabupaten Banggai, perekrutan staf lapangan IPDMIP dilakukan bertahap. Pada 3 Februari 2021, terdapat 16 orang peserta mengikuti test tertulis yang diselenggarakan di aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai.

Kegiatan test tulis merupakan salah satu tahapan yang harus diikuti calon staff lapangan yang telah dinyatakan lolos seleksi berkas.

Raslim sebagai manager IPDMIP DPIU Kabupaten Banggai mengatakan, terdapat 31 orang pelamar yang mengajukan permohonan dalam penerimaan staff lapangan di Kabupaten Banggai.

“Dari jumlah tersebut sebanyak 15 orang pelamar dinyatakan tidak lolos dalam tahap seleksi berkas. Sehingga peserta yang bisa mengikuti test tulis hanya 16 orang peserta dan akan dilanjutkan dengan proses interview kepada kandidat,” jelasnya.

Dari proses test tulis dan interview tersebut, akan ditetapkan 10 orang staff lapangan. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa 10 staff lapangan ini akan bertugas di Daerah Irigasi pelaksana kegiatan IPDMIP tahun 2021.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Banggai, Usman Suni, menyampaikan bahwa saat ini kegiatan Proyek IPDMIP pada tahun anggaran 2021 mendukung penguatan kapasitas BPP untuk bertransformasi menjadi BPP Kostratani.

“Penguatan dilakukan melalui penyediaan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada BPP yang wilayah kerjanya menjadi lokasi Proyek IPDMIP. Melalui penyediaan bantuan sarana TIK tersebut, BPP Kostratani diharapkan mampu mengoptimalkan perannya,” ujarnya.

Untuk memastikan pelayanan penyuluhan yang intensif dapat berlangsung di semua lokasi, Proyek IPDMIP menargetkan satu PPL akan memberikan layanan penyuluhan di setiap 250 ha daerah irigasi (atau untuk sekitar 500 petani).

“Namun demikian, mengingat penugasan penyuluh pertanian di daerah menggunakan pendekatan wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP) yang unit satuannya adalah desa, maka Proyek IPDMIP menargetkan di setiap desa lokasi Proyek IPDMIP tersedia 1 orang tenaga penyuluh pertanian pendamping,” sambungnya.

Oleh karena itu, bila rasio jumlah penyuluh dan desa lokasi Proyek IPDMIP kurang dari 1, maka Unit Pelaksana Proyek Tingkat kabupaten melakukan perekrutan tenaga Staf Lapangan untuk mengatasi kekurangan jumlah penyuluh di desa‚Äźdesa lokasi Proyek IPDMIP.

Pengadaan staff lapangan ini juga diharapkan mampu membantu BPP dalam akselerasi transformasi menjadi BPP Kostratani.

Salah seorang peserta tes, Triana Nurul Hambali, berharap setelah ada pengumuman peserta yang dinyatakan lolos, mereka dapat diberikan pembekalan yang cukup berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab atas pekerjaan serta target yang ingin dicapai dari kegiatan IPDMIP di masing-masing Daerah Irigasi.(NS/EZ)